BBWS DAS Solo Sepakat Aliri Sawah Petani 8 Desa

Magetan-SJN. DAS Solo akhirnya membuka pintu Telaga Sarangan  untuk mengairi kebun sayur milik warga di 8 desa yang selama 2 bulan terakhir mengalami kekeringan.( 15/10/2019). Kasi Pelaksana Operasi BBWS DAS Solo-Santosa mengatakan, ”warga akan mendapat air sebanyak 200 liter perdetik siang hari dan 300 liter perdetik pada malam hari untuk mengairi tanaman sayur milik mereka,”ungkapnya. Dia menambahkan, ”sesuai kesepakatan dengan petani kita buka pintu air Telaga Sarangan (Magetan-red) 200 siang hari dan 300 malam hari,:”tambahnya.

Santosa menambahkan lagi, ”pembukaan pintu air Telaga Sarangan akan dilakukan selama tujuh hari ke depan mengingat kondisi air di telaga saat ini berada pada ambang batas aman. BBWS DAS Solo akan selalu memantau kondisi ambang batas air telaga mengingat jika air yang di telaga melampaui ambang batas akan sangat membahayakan kondisi telaga. Kita akan pantau terus kondisi air, karena kalau melewati ambang batas telaga bisa retak. Bahanya bisa ambrol, ”imbuhnya.

Edi Suntoro-Camat Plaosan

Sebelumnya puluhan perwakilan petani dari 8 Desa di Kecamatan Plaosan mengeluhkan tanaman sayur mereka yang mengering hingga gagal panen karena tdak adanya air untuk mengairi tanaman mereka. Satu satunya sumber air untuk pengairan tanaman sayur mereka adalah aliran dari Telaga Sarangan yang 2 bulan terakhir ditutup oleh DAS Solo. Akibat penutupan pintu air di Telaga Sarangan, sebanyak 511 hektar lahan pertanian sayur milik petani di 8 desa mengalami kekeringan dan petani gagal panen. ryn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar