Launching 6.666 Santri INDONESIA MENGAJI Tangkal Radikalisme

Magetan-SJN. Dalam rangka menangkal RADIKALISME yang semakin merajalela Magetan gelar ngaji bersama SANTRI di Magetan. Minggu (19/01/2020) Pagi tadi. Kegiatan Mengaji dengan tema ”Radikalisme No Mengaji Ok Yesss” yang di gelar di Pendopo Surya Graha Magetan dan yang dihadiri Bupati Magetan-Suprawoto, Kapten Inf Nurdin (mewakili Ndan Secata Rindam V/BRW dan Pengurus Majelis Dzikir dan Isthigothsah Kabupaten Magetan. Dalam sambutanya Ketua Majelis Dzikir Magetan-KH Anwar, M. Pdi menyampaikan, ”para santri dianggap dapat berperan penting menangkal pemikiran dan gerakan radikalisme di tengah-tengah masyarakat sebab para santri sejak dini dibekali pemahaman Islam yang menerima perbedaan memahami perbedaan, ”pesan sambutanya.

Ia menambahkan, ”sebagai kelompok yang identik dengan pesantren, santri merupakan salah satu kelompok keagamaan dengan selalu membawa Islam sebagai agama perdamaian, Islam memiliki tujuan yang selaras dengan tujuan universal umat manusia yakni sebagai rahmat untuk semesta alam atau dalam Bahasa santri kerap dikenal dengan Rahmatan lil ‘Alamin, ”ujar KH. Anwar-Ketua Majelis Dzikir Magetan. Lanjut KH. Anwar, ”keberadaan Islam berfungsi untuk kebaikan seluruh umat manusia tanpa ada dikotomi keyakinan, santri dalam menyebar paham keagamaan yang moderat saat ini di rasa semakin fundamental, mengingat ini, pesatnya penyebaran paham radikalisme di dalam kalangan masyarakat Indonesia, termasuk melalui jendela media sosial, ”lanjutnya.

KH. Anwar-Ketua Majelis Dzikir Magetan

Masih KH Anwar, ”untuk itu dengan kegiatan Indonesia mengaji merupakan kegiatan yang sangat positif yang mana kegiatan ini mengambil tema Guyup Rukun Magetanku dan Damailah Indonesiaku, serta Radikalisme No’ Ngaji Yes ini agar para santri yang selama ini identik dengan kitab kuning dan kajian-kajian keislaman menjadi lebih aktif untuk berdakwah di media sosial dengan mengajak generasi muda untuk senang mengaji sebab paham radikalisme akhir-akhir ini sudah sangat subur menyebar melalui jalur media sosial, ”tegasnya. KH Anwar lebih lanjut mengharapkan, ”menjadi santri itu berarti menjadi Indonesia. menjadi Indonesia itu berarti merasa bangga dengan adat dan budaya ketimuran yang santun. menjunjung tinggi budaya ketimuran yang santun itu berarti sudah harus mampu menangkal, mengikis, dan menyingkirkan paham radikalisme yang jelas bertolak belakang dengan keindonesiaan kita keindonesiaan kaum santri, ”pungkas KH Anwar.

Guyup Rukun Magetanku, Damailah Indonesiaku, Radikalisme No’ Ngaji Yes

Digelaran acara yang sama dalam sambutannya, ”Dr. Drs Suprawoto, SH. MSI-Bupati Magetan juga menyampaikan, ”kegiatan Indonesia Mengaji ini merupakan kegiatan yang sangat positif yang mana kegiatan ini mengambil tema Guyup Rukun Magetanku, Damailah Indonesiaku, Radikalisme No’ Ngaji Yes ini tentunya membuat negara Indonesia ini menjadi negara yang paling Demokratis, semua ada di Indonesia, kita harus bersyukur lahir di Indonesia semua itu adalah TAKDIR, ”sambutnya dengan semangat takdir. Ia menambahkan dalam sambutanya, ”hebatnya di Indonesia kita beruntung punya alim ulama yang luar biasa nah..untuk itu mari kita bermimpi setinggi langit, kerja yang keras, taat kepada guru dan ucapan terima kasih kepada guru yang sudah mendidik para santri untuk kemajuan bangsa Indonesia, ”ujarnya semangat.

Launching Ngaji Bareng 6.666 Santri

Suprawoto-Bupati Magetan juga berpesan. ”sebagai generasi muda jangan sampai terpengaruh oleh kemajuan teknologi karena teknologi sekarang ini sudah sangat mengkwatirkan untuk itu generasi muda harus mencanangkan Giat Senang Ngaji Harapan Generasi Muda kalau senang mengaji hidup akan semakin guyup rukun khususnya di Kabupaten Magetan ini sehingga Indonesia jadi damai dan radikalisme akan hilang karena generasi muda senang mengaji, ”harapnya. Dalam acara tersebut Bupati Magetan juga Launching Ngaji Bareng 6.666 Santri dan penyerahan Piagam Pelopor Indonesia Mengaji yang digelar sangat meriah. ryn

Suprawoto-Bupati Magetan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar