KASAU-Yuyu Sutisna Pimpin Acara Penyerahan Tiga Pesawat SUKHOI Sekaligus Peresmian Taman Sky Guard Legend Sekaligus dan Gereja OUKOMENE Lanud Iswayudi

Magetan-SJN. Bertempat di Lanud Iswahjudi Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan dilaksanakannya kegiatan Penerimaan Pesawat Sukhoi sekalgus Peresmian Taman Sky Guard Legend, Gereja OUKOMENE dan Jalan Nasional First Flight Ceremony TD-1610 yang dipimpin Kasau Marsekal TNI-Yuyu Sutisna, S.E., M.M pada hari Selasa (18/02/2020). Rombongan Kasau disambut langsung oleh Danlanud Iswahjudi-Marsma TNI Widyargo Ikoputra, SE., MM., Dandepohar 20-Kolonel Lek Soegeng Ryady, SE, Dandepohar 60 KolonelTek Saparkolip, S.Sos., M.M., Dandepohar 80 KolonelTek Iwan Agung, Danwing 3 Lanud Iswahjudi-Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, Para Kadis, Dansat dan Kasi Pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub.

1 unit pesawat Sukhoi Su-27SK

Dalam sambutannya Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI-Widyargo Ikoputra, SE., MM., mengajak kita semua, memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wataala karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat berkumpul guna mengikuti acara penerimaan 3 Pesawat Sukhoi dan akan dilanjutkan dengan Peresmian Taman Sky Guard Legend, Gereja Oukumene serta Peresmian Nama Jalan Nasional Marsma TNI (Anumerta) R. Iswahjudi oleh Kepala Staf Angkatan Udara sekaligus nantinya akan Menyaksikan 1st Flight Ceremony Pesawat F-16/TS-1610 di Skadron Udara 3. Mewakili segenap keluarga besar Lanud Iswahjudi, kami menyampaikan ucapan selamat datang di Maospati Kabupaten Magetan kepada kepala staf angkatan udara beserta seluruh rombongan.

Kehadiran 3 pesawat Sukhoi sebagai kekuatan baru di Skadron Udara 14, tentunya menjadi kebanggaan bagi kami semua. Lebih 3 Tahun, Skadron Udara 14 tidak lagi mengoperasionalkan pesawat sendiri, semenjak TNI AU secara resmi menghentikan pengoperasian (Grounded) Pesawat F-5 pada pertengahan tahun 2016 lalu, atas pertimbangan pimpinan saat itu maka ditempatkanlah 2 Pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin. Kedua Pesawat tersebut dialih Kodalkan dari Danlanud Hasanuddin kepada Danlanud Iswahjudi pada bulan Maret tahun 2019 untuk melaksanakan kegiatan Training, Refreshing, Transisi dan Konversi Penerbang Skadron Udara 11 dan 14 di Lanud Iswahjudi. Alhamdulillah, pada hari ini kita semua telah menyaksikan Penerimaan 3 Pesawat Sukhoi yang diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara.

Dalam sambutannya Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M, mengatakan, ”peristiwa ini tentunya menjadi sejarah baru bagi Skadron Udara 14 dengan demikian Pembinaan Para Penerbang dan Pelaksanaan tugas Skadron Udara 14 dapat terselenggara dengan lebih baik lagi guna mendukung keberhasilan tugas TNI Angkatan Udara. ”Berkaitan dengan hal tersebut, perkenankan kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Staf Angkatan Udara yang telah berkenan menempatkan 3 Pesawat Sukhoi secara Permanen di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, “sambutnya.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M juga menyampaikan, ”di hadapan kita sudah siap 1 unit pesawat Sukhoi Su-27SK dan 2 unit pesawat Sukhoi Su-30MK yang sebelumnya beroperasi di Lanud Hasanudin yaitu di Skadron Udara 11 secara resmi kita serah terimakan dan akan mulai dioperasikan oleh Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi terhitung mulai hari ini. Proses serah terima ini merupakan keputusan terbaik yang harus diambil oleh pimpinan TNI Angkatan Udara agar Skadron Udara 14 dapat segera beroperasional kembali, ”terangnya.

Ia menambahkan, ”seperti yang kita ketahui bahwa Skadron Udara 14 telah mengalami masa vacum yang cukup lama, Pesawat F5 yang dulu dioperasikan di Skadron Udara 14 ini telah purna tugas sejak pertengahan tahun 2016 lalu sementara itu hingga kini pesawat penggantinya masih belum knujung datang, sebagai Kepala Staf Angkatan Udara saya memahami bahwa masa vacum ini merupakan hal yang kurang baik bagi pembinaan profesionalisme guru di Skadron Udara 14.  Untuk mengatasi hal tersebut berbagai kebijakan pun harus dilakukan seperti menempatkan penerbangan di satuan samping atau di Skadron lain pelaksanaan transisi dan konversi di pesawat lain dan berbagai kebijakan lainnya, bahwa proses pengadaan pengganti pesawat F5 saat ini masih berproses dan kita masih belum tahu kapan ini akan terealisasi untuk itu pimpinan TNI Angkatan Udara senantiasa berusaha mencari jalan keluar terbaik agar Skadron 14 dapat segera beroperasional guna mendukung pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan negara itulah sebabnya tiga pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 kita tempatkan di Skadron 14, ”tambahnya.

Masih lanjut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M, ”sebaliknya personil di Skadron Udara 14 mudahnya dapat menyerap ilmu dan pengetahuan yang diberikan dengan baik dan sungguh-sungguh tidak lupa saya juga terus mengingatkan agar seluruh pihak terkait khususnya kepada para personil yang berada di lapangan selalu menjadikan Safety sebagai prioritas utama para pejabat yang berwenang juga hendaknya secara aktif melakukan evaluasi dan proses transisi sehingga kelak tidak ada permasalahan yang timbul baik bagi Skadron 14 maupun Skadron Udara 11, ”lanjutnya.

”Kita juga akan melaksanakan beberapa acara tambahan yaitu peresmian Taman Sky GuardenGereja Oukumene dan Jalan Marsma TNI Anumerta Iswahyudi peresmian pertama adalah kritis bagi berbagai pesawat yang bersejarah milik TNI Angkatan Udara yang kita beri nama Taman Sky Guarden Legend pada masanya dan telah menorehkan tinta emas pada lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia seperti operasi Trikora dan operasi Seroja, saya menilai Taman Sky Guarden ini sebagai wujud penghargaan bagi seluruh kru yang telah mengawasi dan memastikan pesawat-pesawat ini tetap terbang untuk menjaga Langit Indonesia dalam waktu yang cukup lama saya berharap agar Taman ini dapat menjadi pengingat akan peran besar Angkatan Udara dalam perjuangan Bangsa Indonesia, ”tambah Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M.

”Kita harus terus menginspirasi bagi generasi muda Angkatan Udara agar senantiasa mengisi mengembangkan diri karena negara ini akan bergantung kepada para generasi penerus untuk menuliskan babak baru dalam sejarah bangsa Indonesia, selanjutnya yang kedua kita juga akan meresmikan Gereja Oikumene sebagai rumah ibadah umat Nasrani warga Lanud Iswahyudi khususnya dan masyarakat sekitarnya pembangunan gereja ini dimulai sejak 2019 lalu dengan menggunakan dana swadaya dari berbagai pihak secara khusus pembangunan rumah ibadah merupakan wujud implementasi kebijakan pimpinan TNI Angkatan Udara untuk memberikan kesejahteraan bagi para personil tanpa terkecuali, ”tuturnya.

”Pada hari ini kita juga meresmikan penggantian nama Jalan Raya Solo Madiun menjadi Jalan Marsma TNI  (Anumerta) R. Iswahjudi yang terbentang mulai dari pertigaan Ring Road Kota Madiun sampai dengan pertigaan Terminal Maospati Kabupaten Magetan tadi sudah disampaikan bahwa tokoh Iswahjudi kita kenal sebagai seorang pelopor perintis dan pejuang di bidang penerbangan yang dimiliki bangsa Indonesia selain cerdas dan ramah, Bapak Iswahyudi juga dikenal dengan keberanian dan kecintaannya terhadap tanah air dengan jiwa patriotisme itulah Iswahyudi muda rela meninggalkan kuliah di kedokterannya untuk menjadi Kadet di Kalijati dan selanjutnya menjadi siswa penerbang di Maguwo Yogyakarta, ”jelasnya.

2 unit pesawat Sukhoi Su-30MK

Marsma TNI Anumerta Iswahyudi gugur dalam tugasnya pada tahun 1947 di Selat Malaka namun jasa-jasanya akan selalu dikenang oleh seluruh bangsa Indonesia bukan hanya milik TNI Angkatan Udara tetapi juga memiliki seluruh bangsa Indonesia untuk itu pemilihan nama beliau untuk menggantikan nama jalan jalan raya sepanjang 8,6 KM merupakan sebuah hal yang tepat untuk mengenang jasa beliau bagi bangsa Indonesia, ”pungkas Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M saat mentutup pidato sambutanya. ryn

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar