Tidak Ada Kompensasi, Warga Desa Duwet Krajan Geram dengan Proyek PDAM Kabupaten Malang

Malang-SJN. Lantaran pihak PDAM Kabupaten Malang telah mengambil air dari sumber mata air di Desa Duwet Krajan tanpa ada Kompensasi kepada warga maupun pemerintah Desa setempat pada hari Selasa (18/02/2020) merasa Mangkel alias Geram karena pengambilan air dari sumber mata air di Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang tersebut sudah berlangsung lama namun hingga kini belum terealisasi Kompensasi (ganti rugi-red). Sebelum dibangunnhya tandon dari Mata Air Sumber Pitu sejak  tahun 2013 hingga saat ini 2020 dan tak ada kompensasi maupun ganti rugi, melainkan hanya diberi sembako dan baju bekas, itupun hanya diberikan selama beberapa kali.

H. Imron-Kepala Desa Duwet Krajan

H. Imron selaku Kepala Desa Duwet Krajan membenarkan hal tersebut, Ia menyampaikan, ”memang tidak ada kompensasi sama sekali mas (SJN), PDAM Kota dan Kabupaten hanya pernah ngasih sembako dan baju bekas saja, kalau mengenai kompensasi uang tidak pernah, padahal sumber ini sudah diambil sebelum tahun 2013 hingga saat ini tidak ada kompensasi sama sekali. Sudah lebih 7 tahun ini warga masyarakat hanya diberi sembako dan baju bekas saja, ungkap Kepala Desa. Beberapa warga masyarakat juga menyampaikan hal yang sama mengenai sumber mata air yang diambil oleh PDAM dari Desa Duwet Krajan. ”Sumbernya dari desa sini tapi kenapa warga desa sini juga tidak pernah diperhatikan sama PDAM, tidak ada kompensasi maupun uang ganti rugi mas, ”seloroh warga yang enggan disebutkan namanya.

Anggota SJN saat mengkonfirmasi H. Imron selaku Kepala Desa Duwet Krajan

Sementara itu, Sukiono selaku Ketua BPD Duwet Krajan saat ditemui oleh SJN menerangkan, ”terkait hal itu memang benar adanya jika selama ini Pemerintah Desa tidak pernah menerima kompensasi sama sekali, hanya bantuan baju bekas yang masih layak pakai dari PDAM terus sembako untuk warga RT 10, 11, 12 saja. Dari Sumber Jengglong pas mau dikerjakan oleh  Pokdarwes diajak bicara air itu dibuat mandi anak anak diusulkan kolam kecil mas, kemudian Sumber Jengglong juga diambil oleh PDAM sebelum  tahun 2013 hingga saat ini dan itu tanahnya masyarakat atas nama Atim yang sumber airnya diambil oleh PDAM mas, ”terangnya. Bersambung. sol-man.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar