Tidak Terima Dituduh Dukun PALSU Pengganda Uang, Asmadi LAPORKAN Tiga MEDIA Onlinews Terkait Pemberitaan SEPIHAK

Pasuruan-SJN. Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh Heri Irawan (48) warga MulyosariSurabaya yang DIDUGA telah menjadi korban penipuan ASMADISindikat Dukun Palsu di berbagai Media Massa khususnya media online news/berita online (onlinews). Asmadi yang merasa DIRUGIKAN atau DICEMARKAN nama BAIK keluaraganya berencana akan melaporkan BALIK ke Polda Jatim dan DEWAN PERS terkait pemberitaan yang tidak sesuai dengan (Kode Etik Jurnalis) KEJ alias SEPIHAK bahkan bersifat FITNAH serta Pencemaran Nama Baik.

rumah ASMADI yang akan DIJUAL melalui perantara HERIRAWAN seharga 2,5 milyar

Bagaimana mereka ini, mas (oknum wartawanred) yang MEMBERITAKAN saya dan istri saya sebagai Dukun Palsu di berbagai media, bagaimana mereka paham profesi saya sebagai DUKUN?. Apakah sudah tersurat (bersertifikasi-red) jika saya memang DUKUN entah PALSU atau ASLI, mas (SJN)?. Seharusnya mereka ini (oknum wartawan-red) ini meminta keterangan pada saya langsung sebagai NARASUMBER kedua setelah Heri Irawan baik melalui telepon atau menemui saya langsung jika memang Heri Irawan (HERIRAWAN) punya alamat jelas dan lengkap, jangan cuma sebar foto rumah mewah bahkan istri yang ditampilkan dalam pemberitaaan itu adalah istri saya yang pertama dan kami telah bercerai bukan foto asli istri saya yang terakhir atau kedua kedudukannya saat ini setelah kami bercerai, mas (SJN), ”ungkap ASMADI.

Bukti AJB (akte jual beli) rumah dari Heri Irawan dan Asmadi

Ia menambahkan, ”kalau memang memuat berita itu hanya SEPIHAK lalu bagaimana HAK JAWAB saya mas sebagai narasumber yang merasa dituding, dituduh dan dipojokkan jika belum apa apa atau benar akurat memberikan keterangan sudah diberitakan duluan. Nah jika memang mereka ini memang mereka ini (oknum wartawanred) PINTAR dalam INVESTIGASI tentunya datang ke rumah saya tidak usah TAKUT, wartawan apa kok takut datang ke rumah untuk cari INFORMASI. Jika memang sudah menghubungi saya baik lewat kelepon atau kirim pesan (WA) untuk meminta informasi tentunya saya akan berikan, mas nah kirim pesan saja tidak tapi langsung telepon dengan nomer tidak dikenal, tentunya tidak saya terima (angkat) itu HAK PRIVASI saya, mas, ”tambahnya.

ASMADI saat ditemui tim INVESTIGASI di rumahnya di desa MENYARIK

ASMADI melanjutkan, ”terus terang kami sekeluarga merasa dibuat MALU dengan pemberitaan ini mas, terutama istri saya yang kedua ini (NURIYATIK-red) sebagai Kepala Desa Menyarik-Winongan-Pasuruan saat ini sebab dia tidak tahu apa apa, mas apalagi SOROTAN NYINYIR (seolah menghina-red) dari tetangga kanan kiri juga warga Desa Menyarik bahkan Selurah Seluruh Pasuruan Seprovinsi Sejatim yang belum tentu kebenaranya, mas. Kalau memang saya merugikan HERIRAWAN sampai 2.5 milyar itu tidak BENAR karena saya sudah dipanggil di Polda Jatim berdasarkan laporan Heri Irawan untuk bermediasi dengan mengembalikan semua KERUGIAN yang dialami Heri Irawan berdasarkan laporannya di Ditreskrimum Polda Jatim pada Rabu 18 Desember 2019 dengan Nomor: LPB / 1120 / XII / 2019 / UM / JATIM, ”lanjutnya.

inilah sosok NURYATIK (isteri ketiga/kedua) Asmadi

Masih ASMADI, ”BUKTI bahwa saya sudah transfer kerugian HERIRAWAN jika memang saya telah menipu dia tentang Pengandaan Uang, mas itu dan rumah yang ditampilkan dalam di berbagai media onlinews itu adalah rumah yang rencananya kami JUAL melalui koneksi (kenalan-red)  HERIAWAN melalui kesepakatan/perjanjian jika laku 2.5 milyar akan kami bagi masing 1 Miliar untuk saya dan 1.5 Milyar untuk HERIRAWAN. Nah di mana letak permasalahanya MOTIF yang ditimbul jika tudingan serta laporan saudara HERIRAWAN pada saya tentang DUKUN PENGGANDA UANG apalagi melalui Perantara-nya (combe-jawa) sopir dia yang saat itu saya masih menjabat Lurah Desa Menyarik Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, mas. Lalu di mana atas dasar apa saudara HERIRAWAN melaporkan saya ke Polda Jatim bahwa saya PENIPU berkedok Dukun Pengganda Uang, mas adakah korban lain selain HERIRAWAN yang telah saya tipu?, ”terangnya.

RUMAH asmadi DIJUAL 2,5 milyar

”Tuduhan ini yang jelas FITNAH, pencemaran nama baik kami sekeluarga sebab belum jelas infromasinya sudah memberitakan kami sekeluarga ini adalah komplotan SENDIKAT PENIPU dengan KEDOK DUKUN palsu lagi, mas lah wog nulis Don Juan (Playboy dari Spanyol-red) ae DONYUAN, yang jelas mereka oknum wartawan Plagiat (peniru) atau Copy Paste karena beritanya sama semua seolah BERITA ini adalah PESANAN, mas salah siji salah kabeh…wis wis.  Kok onok wartawan ngunu iku, mas. Tapi yang JELAS kami segera melanjutkan masalah ini ke Dewan PERS serta Lapor BALIK ke Polda Jatim dengan DUGAAN pemuatan berita SEPIHAK atau FITNAH, mas dan jika dalam 7 hari setelah berita ini kami UMUMKAN (muat-red) belum ada permintaan MAAF resmi, minimal dari salah satu media yang telah memberitakan saya secara SEPIHAK maka laporan tersebut akan kami kami urungkan, mas, ”pungkasnya saat ditemui SJN di rumahnya pada 23 Mei 2020.

gambar istri pertama ASMADI bukan NURYATIK (kiri)

Hingga berita INVESTIGASI ini diturunkan belum diketahui MOTIF laporan HERIRAWAN di Polda Jatim penipuan kah atau piutang kah sebab jika penipuan siapa saja korbannya dan jika piutang kenapa ada pembayaran angsuran via trasnsfer namun bagaimanapun pemuatan berita di berbagai media online kata ASMADI amat sangat disayangkan sebab masih keterangan sepihak dari HERIRAWAN. Menurut informasi di lapangan, Penyidik Direktur Reserse Kriminal Umum (DIRRESKRIMUM) Polda JatimKombes Pol Pitra Ratulangie menjelaskan, ”kasus ini telah dilaporkan oleh PELAPOR (Heri Irawan) sejak Desember 2019 dan pasal yang disangkakan adalah PENIPUAN atau PENGGELAPAN yakni pasal 378 atau 372 KUHP. Itupun masih sepihak karena hak jawab dari ASMADI (terlapor) masih belum termuat saat pemberitaan alias tidak diberi KESEMPATAN untuk memberikan klarifikasi atau keterangan pada wartawan saat itu.

ASMADI dan NURYATIK (isteri ketiga)

Bagi para OKNUM wartawan yang memuat berita NGAWUR alias sepihak ini entah pesanan atau murni temuan di lapangan yang telah memuat dan mendapatkan FOTO/GAMBAR istri pertama ASMADI dan dipastikan sebagai NURIYATIK (istri ketiga Asmadi) dalam sebuah tulisan DICOMOT dari mana?. Jika dicomot tanpa seizin Asmadi dari salah salah satu akun sosmed-nya maka tentunya dapat menjadi bahan tambahan dalam pelaporan pada pihak yang berwajib pula dengan dugaan pelanggaran UU-ITE. Menurut ASMADI apapun alasanya sebuah pemuatan berita itu harus lengkap baik dari narasumber dan infromasi yang harus dikumpulkan di lapangan agar menjadi suatu pemberitaan yang akurat. hel-sur

link terkait pemberitaan:

http://www.surabayapagi.com/read/diduga-ngaku-bisa-gandakan-uang-mantan-kades-menyarik-pasuruan-dipolisikan

http://www.cerpen.co.id/post05022231046224

http://www.realita.co/punya-3-rumah-mewah-plus-3-istri-asmadi-ngaku-bangkrut

BUKTI transfer ASMADI di rek-bank berbeda HERIRAWAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar