NEKAT, Warga KETAPANG Cuma Dapat BLT-Dandes Sebesar 200 Ribu Sedangkan Dalam Sepanduk Sosialisasi 600 Ribu

Sidoarjo-SJN. Pemerintah Desa (PemDes) Suko, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DanDes). Acara pemberian BLT Dandes ini diadakan di Aula Balai Desa SUKO pada hari Rabu (20/05/20) lalu. Namun ada sedikit yang ANEH dan menggeltik untuk dijadikan bahan INVESTIGASI pemberitaan bagi SJN. Saat melihat sepanduk sosialisasi yang dipasang dalam acara ini berlangsung tampak bantuan yang diterima sebesar 600 ribu tapi yang disalurkan cuma 200 ribu bahkan acara ini juga dikawal serta didampingi petugas POLRI, TNI serta tim INDEPENDEN yang terdiri dari LSM juga WARTAWAN yang kurang JELI atau memang sengaja tutup MATA.

BLT Dandes SUKO ini ada yang diterima warga langsung di BalDes SUKO ada juga yang diantar ke rumah masing-masing warga oleh petugas Kelurahan. Bantuan Langsung Tunai yang dibagikan pemerintah masing-masing sebesar Rp 600 ribu untuk setiap masyarakat yang terdampak Wabah PandemiCorona atau Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Warga penerima BLT Dandes ini adalah mereka yang terdampak dan merasa kesulitan dalam bertahan menghidupi kebutuhan keluarga setiap harinya lantaran penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan oleh pemerintah.

PJKepala Desa-Suko Sigit Supratikno atau Kepala Desa Sementara (Pelaksana Jabatan) menerangkan saat ditanya kenapa ada warga terutama di desa sekitar SUKO terutama Dusun KETAPANG gang 1 dan 1-B menerima bantuan BLT Dandes cuma hanya 200 ribu bukannya 600 ribu menjawab, ”untuk Desa Suko sendiri yang menerima bantuan kemarin ada 85 (KK) dan diambilkan dari dari dana desa mas (SJN), ”terangnya. Ia menambahkan, ”bagi yang sudah mendapat BLT Dandes tidak akan mendapatkan BLT dari pusat atau provinsi (sembako, PKH, Pra Kerja dan Bansos Tunai dari Kemensos-red) dan saya berharap agar uang bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang menerima semoga barokah aamin ya robbal allamiin, soal kurang tepat sasaran bagi penerima bantuan ini data kami poroleh dari RT/RW dusun setempat, mas bukan salah kami, ”tambahnya dengan nada keras nan tegas dan seolah terkesan NEKAT saat ditemui di ruangannya 03/06/20 pukul 12:21 WIB.

Data yang SJN peroleh dari biro SJN Sidoarjo menerangkan bahwa Kecamatan Sukodono menjadi tempat pertama menerima proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DanDes) dari 322 desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan jika mengacu pada aturan Menteri Desa atau menurut PERMENDES Nomor 6 Tahun 2020, setiap masyarakat penerima BLT Dana Desa mendapatkan Rp 600 ribu jadi apapun ALASANYA warga tetap mendapatkan 600 ribu tidak kurang dan tidak lebih sebab Jawa Timur mendapatkan kucuran Alokasi Dana Desa tahun 2020 sebesar 7,570 trilliun dan pagu maksimal untuk BLT-DanDes dapat mencapai Rp 2,285 triliun untuk 1.265.845 keluarga miskin terdampak COVID-19 di 7.724 Desa Sejatim.

Sigit Supratikno-PJ. Kepala Desa Suko Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo

Menurut Gubernur Jawa Timur-Khofifah Indar Parawansa, ”Rp 3 miliar dana BLT-DanDes yang disalurkan untuk keluarga penerima manfaat di Jawa Timur, BLT-DanDes tersebut sudah mulai DICAIRKAN sejak akhir bulan April 2020, nah pencairan BLT-DanDes ini merupakan pencairan dana desa pertama di Indonesia, ”ungkapnya. Khofifah melanjutkan, ”dana desa ini sudah ada di desa sehingga diharapkan Pemerintah Desa dapat segera menyalurkan BLT-DD kepada keluarga miskin yang terdampak covid-19 yang belum mendapatkan bantuan sembako, PKH, Pra Kerja dan Bansos Tunai dari Kemensos, ”pungkasnya saat di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/06/2020).

Diharapkan kerja sama masyarakat jika menemui tentang adanya penyaluran BLT-Dandes Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyediakan layanan pengaduan permasalahan penyaluran bantuan sosial (bansos). Permasalahan yang dilayani pengaduannya meliputi, salah sasaran, penyelewengan, pungli, dan sebagainya. Mengutip informasi pada akun Instagram resmi Kemensos, @kemensosri disebutkan jika masyarakat dapat melaporkan permasalahan itu melalui nomor WhatsApp 0811 10 222 10. Selain itu, masyarakat dapat mengirimkan email ke alamat: bansoscovid19@kemsos.go.id. Kemensos menjelaskan nomor layanan WhatsApp tersebut tidak menerima telepon, hanya pesan saja. Selain itu, layanan tersebut tidak ditujukan untuk pendaftaran penerima bansos Kemensos. Jika masyarakat menemukan permasalahan penyaluran bansos, maka dapat mengirimkan pesan dalam format nama lengkap (spasi) nomor KTP (spasi) alamat lengkap (spasi) aduan. hel-fer

(lingkar merah) Spanduk Penyaluran BLT-Dandes Rp. 600 ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar