EKSLUSIF: Pengakuan MENGEJUTKAN Habib UMAR Assegaf pada WARTAWAN Setelah HEBOH Video VIRALNYA Melawan Petugas PSBB di Surabaya

Pasuruan-SJN. 30 hari setelah HEBOH video VIRAL adu jotos antara Al Habib UMAR Bin Abdullah Assegaf dengan ASMADI petugas Satpol PP Pemkot Surabaya karena tidak terima DITEGUR dan DIMINTA putar balik oleh petugas jaga Check Point PSBB di Exit Tol Satelit, Surabaya akhirnya terkuak. Begini Pengakuan Eksklusif, Nyata dan Sebenarnya, Asli, Langsung dari sang Habib Umar nama panggilan akrabnya. ”karena tidak ada wartawan yang berani datang ke sini dan mewawancarai saya secara langsung di Majelis Maulid Watta’Lim Roudlotus SalafBangil dan Tawang Rejo-Pandaan Kabupaten Pasuruan ini maka dengan adanya undangan yang kami kirimkan ke redaksi Suara Jatim Group (SJG) tentunya dapat menjadikan suatu pemberitaan yang ekslusif dan benar adanya tanpa terbesit untuk berniat PENCITRAAN…demi ALLAH, ”tandas Habib Umar langsung kepada SJN (suarajatim.news-red).

Al Habib UMAR Bin Abdullah ASSEGAF

Habib Umar mengungkapkan, ”sebenarnya kami datang ke Surabaya hendak ke RS National Hospital yang terletak di Jalan Jalan Boulevard Famili untuk mengantar anggota keluarga kami yang sedang sakit. Kami BERGEGAS dan terburu-buru karena ada janji temu dengan Kepala RS National setelag mendapat surat rujukan hingga lupa jika saat itu sedang darurat COVID-19 dan sesampai di check point keluar pintu Tol Darmo Satelit Indah kami dihentikan dan diminta putar balik karena kami tidak patuh aturan PSBB. Selanjutnya kami patuhi aturan PSBB karena sopir kami tidak memakai masker dan penumpang di mobil kami lebih dari 3 orang dalam satu kendaraan (mobil) lagi pula plat kami N bukan L atau W untuk dapat masuk ke Surabaya. Saya sempat menghubungi relasi kami yang bertugas di Polda Jatim agar dapat dibantu KEBIJKSANAAN karena dalam keadaan darurat dan medesak untuk MENGANTAR anggota keluarga berusia 80 tahun yang sedang sakit sesak nafas . Dengan kerendahan hati saya URUNGKAN demi kebaikan semuanya dan saya tidak ingin terkesan sok HABIB, ”ungkapnya.

Habib Umar dan Petugas PSBB saat Bersiteru di Exit toll Darmo Satelit, 20/05/20

Habib Umar menambahkan, ”kami patuhi aturan PSBB dan akan putar balik ke Pasuruan tapi sikap Satpol PP (ASMADI) seolah meremehkan dan mentertawakan seolah MENGHINA sembari mengucapkan ”mau lapor POLDA (Polda Jatim-red) monggo silahkan”. Nah tertawa sambil NGECE (mengejek-jawa) itulah yang membuat saya tidak terima dan tersulut emosi, saya langsung keluar dari mobil dan ingin menegur nada tawanya yang kurang mengenakkan dipandang dan didengar, mas (SJN) lalu terjadilah cekcok dan adu dorong hingga adu jotos. Di dalam video yang sempat viral itu tidak tampak kaki saya yang DITENDANG sampai baju gamis saya kotor bekas alas sepatu dan mobil saya juga DITENDANG oleh oknum petugas Satpol PP dan oknum petugas kepolisian tersebut hingga PENYOK juga tidak tampak. Terkesan seolah saya yang salah TOTAL saya kurang PERSUASIF saya melawan PETUGAS dalam video itu, mas. Bagaimana sih semua media ini?, ”tambahnya.

Habib Umar dan Petugas PSBB saat Bersiteru di Exit toll Darmo Satelit, 20/05/20

Habib Umar menjelaskan lebih lengkap, ”semua pemberitaan kok menyudutkan saya seharusnya media itu Netral dan Berimbang dalam memberitakan dan memberikan infromasi kepada masyarakat untuk menambah wawasan serta tidak mempihak, toh mas, masak semua pemberitaan yang ada dari keterangan pihak KEPOLISIAN saja. Sampai sekarang iniloh hingga 30 hari berlalu tidak satupun media yang meminta keterangan pada saya baik itu cetak, ONLINEWS bahkan juga dua TV SWASTA Nasional juga sempat MEMBATALKAN atau sengaja DIBATALKAN untuk memewawancarai saya, ”jelasnya GAMBLANG dan JELAS dengan disaksikan sekitar 1500 santrinya saat gelaran SHALAWATAN sekaligus acara Halal Bihalal (HALBIL) di Majelis Maulid Watta’Lim Roudlotus Salaf-Tawang Rejo-Pandaan-Pasuruan pada Senin Malam, 22/06/20 pukul 19.00 WIB-23:00 WIB.

Habib Umar dan Petugas Kepolisian PSBB

Habib Umar menyebutkan, ”mungkin tujuan DIBATALKAN acara kesaksian saya di dua TV Swasta Nasional tersebut adalah untuk MEREDAM aksi massa 50 RIBU SANTRI saya yang tersebar di dalam negeri juga luar negeri tapi yang jelas saya ungkapkan ini sebenarnya demi KEBENARAN sebab KEBENARAN adalah di atas segala-galanya Demi Allah Haq dan yang terpenting lagi ALHAMDULILLAH tidak terjadi apa-apa dengan anggota keluarga saya yang saat itu sedang sakit, mas. Semoga dari peristiwa ini kita semua dapat mengambil Hikmahnya dan sekali lagi pesan saya pada semua santri agar jangan terpengaruh pemberitaan yang sepihak atau tidak NETRAL sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak massa yang berujung ANARKIS. Kami keluarga besar Majelis Maulid Watta’Lim Roudlotus Salaf juga telah memaafkan saudara ASMADI dan semoga hadiah UMROH dari salah satu relasi kami yakni Habib Achmad Alhabsi untuk pak ASMADI (satpol PP-red) dapat menjadikan suatu TALI ASIH serta jalinan persaudaraan sesama muslim, aamin ya robbal allamiin, ”pungkasnya. pri/hel/sur

Habib UMAR Bin Abdullah ASSEGAF (tengah) dan Jajaran Para Pengurus Majelis Maulid Watta’Lim Roudlotus Salaf bersama SJG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar