Skip to toolbar

Sarasehan Kewaspadaan Dini Terhadap Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Magetan “Testimoni Mantan Napiter”

Magetan,SJN-Bertempat di Gedung Korpri Jl. Basukj Rahmad Selatan Magetan acara Sarasehan Kewaspadaan Dini Terhadap Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Magetan,Senin(03/08/2020)

Dalam acara tersebut sebagai narasumber Saudara Choirul Ikhwan (Mantan Napiter),dan diikuti sekitar 80 orang, dan dihadiri oleh Drs. Iswahjudi Yulianto,M.Si (Kakesbangpol Magetan),Dandun (Kabid Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Magetan),Sdr. Choirul Ikhwan (Narasumber Mantan Napiter),Toga,Tomas,Ormas,Pelajar

Dalam Sambutanya Bupati Magetan yg diwakili oleh Drs. Iswahjudi Yulianto,M.Si Kakesbangpol Magetan mengatakan Ucapan selamat datang dan terimakasih kepada panitia dan peserta yg telah hadir dalam acara pada hari ini.

 

Ucapan terimakasih, dimana saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid 19 namun masih ada yg peduli terhadap kewaspadaan dini potensi gangguan keamanan kamtibmas di kabupaten Magetan.

Pengalaman yg dialami oleh Saudara Choiruk Ihwan semoga dapat diceritakan secara gamblang sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Dengan pertemuan ini diharapkan para peserta dapat memilah dan memilih hal mana yg baik dan tidak, sehingga dapat menjaga kamtibmas agar tetap aman.

Pesan dari saya jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan dalam situasi apapun sehingga dapat mengurnagi resiko penyebaran covid 19.pungkasnya.

 

Nara Sumber Sdr. Choirul Ihwan Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman hidup saya yang cukup kelam dan semoga disini tdk ada yg mengalami seperti saya.

Saya lahir di Madiun,pada 21 Mei1981, nama asli saya Choirul Ihwan, seperti biasa,teroris mempunyai nama lain, dan nama lain saya antara lain Heru,agus,irul,iwan,ikhwan.

Proses ketertarikan says terhadap kelompok ekstrim ini cukup lama, sekitar 10th hingga puncaknya saya bergabung degan kelompok radikal ini.
perekrutan yang dilakukan oleh kelompok ini tdk dilakukan dalam waktu singkat, sehingga kita harus lebih kritis terhadap informasi apapun yg kita terima sehingga kita tidak salah dalam melangkah.

Adapun perjalanan saya bersama kelompok intoleran ke ekstrem yaitu Bergabung dengan partai Islam (1998), Bergabung dengan HTI(2000), Bergabung degan MMI (2001), bergabung dengab jamaah Thalibab Melayu (2008), Mengkafirkan keluarga sebelum akhirnya meninggalkan rumah.

Generasi saya ini adalah generasi pertama perekrutan kelompok ekstrem melalui media sosial, sehingga saat ini kita harus pandai dalam memilih informasi yg kita dapat dari media sosial.

Pengalaman bersama kelompok ekstrem yaitu Meninggalkan rumah (2009), Pelatihan militer aceh (2010), upaya jihad Tamkin di Magetan (2010), Pelarian cirebon (2010), Upaya pembentukan pelatihan militer Sulawesi (2010), Membuat bengkel perakitan senjata Jakarta (2012), tertangkap (2013-2017).

Jihad Tamkin di Magetan ini artinya menguasai wilayah,kita mencoba membuat markas didaerah genilangit Poncol, disana membuat semacam usaha bengkel kaca, namun tidak bertahan lama karena digrebek oleh densus 88 dan kami lari ke cirebon.

Cerita keluarnya dari kelompok ekstrim, firasat tentang meninggalnya ibu sebagai titik balik keyakinan (2001), berpikir kritis dan mencari kebenaran, pertemuan degan korban (2016).
Dan pesan saya berpikirlah dalam setiap pelajaran maupun informasi yang didapat dan bergaulah degan orang orang yang baik sehingga tidak memilih jalan dan bergabung degan kelompok ekstrim.”pungkasnya”(Ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *