Skip to toolbar

Iniloh Tujuan Dibangunnya Pelebaran Jalan Jombang Ploso Legundi Gresik

Mojokerto-SJN. Pelebaran beberapa LUAS ruas jalan Provinsi di Jawa Timur terutama di Kecamatan Gedeg-Kota Mojokerto atau dalam Info Lelang Pekerjaan yakni Pelebaran Jalan Jombang Ploso Legundi Gresik yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional-8 (BBPJNVIII) Jawa TimurBali adalah guna manambah kapasitas kendaraan. Pekerjaan Pelebaran Jalan Jombang Ploso Legundi Gresik yang dikerjakan oleh PT. Mix Pro Indonesia dengan memenangkan lelang seharga 16 milyar ini memang dikerjakan di ruas Provinsi Jatim namun karena usulan dari berbagai pihak yakni dari Pemprov Jatim, DPRD Jatim, DPRD Kota Mojokerto serta Bupati Mojokerto maka pekerjan pelebaran ini diambil alih oleh BBPJNVIII dan menjadi pekerjaan atau proyek NASIONAL mengingat tujuan dan kepentingannya yang mendesak.

Hal ini diungkapkan oleh Dwi Wahyono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan ini, ”memang pekerjaan pelebaran jalan ini kami kerjakan di ruas jalan Provinsi Jatim, mas (SJN) namun kerena USULAN dari berbagai pihak baik dari Pemprov Jatim, DPRD Jatim, DPRD Kota Mojokerto serta Bupati Mojokerto maka kami tangani, ”ungkap Dwi. Dia menambahkan, ”pekerjaan ini sangat URGENT (mendesak-red) kebutuhannya, mas maka kami perlebar ruas kanan kiri jalan raya GEDEG ini dengan tujuan agar AKSES menuju TOL SUMO (Surabaya-Mojokerto) atau lanjut TOL Trans Jawa lebih cepat aman dan lancar, mas, ”tambahnya.

Dwi melanjutkan, ”dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang ada di di ruas jalan ini, maka diperlukan adanya penambahan ataupun pelebaran jalan untuk mengimbanginya. Contohnya seperti di daerah Ploso, Jombang ini. Untuk wilayah PLOSO adalah daerah PENGHUBUNG antara beberapa daerah di sekitarnya seperti Mojokerto, Kediri, Babat, Nganjuk, Lamongan, Bojonegoro dan daerah ini sangat sering dilewati oleh kendaraan-kendaraan berat karena merupakan jalan TERCEPAT menuju jalur PANTURA (Pantai Utara-red), ”lanjutnya saat ditemui di ruang kerjanya, 22/07/20.

Dwi menjelaskan pula, ”tidak heran jika daerah ini sering kali mengalami kemacetan, mas karena besarnya volume kendaraan yang ada tetapi tidak didukung oleh lebar jalan yang memadai, ditambah lagi di daerah itu dipisahkan oleh sungai BRANTAS yang membuat para pengemudi harus melewati sebuah jembatan untuk melanjutkan perjalanan mereka serta KONTUR tanah yang tidak rata, volume kendaraan yang sangat tinggi ditambah lagi dengan posisi jembatan yang terlalu tegak lurus membuat beberapa kendaraan kesulitan untuk menyeberang di Jembatan Ploso, hal inilah yang sering membuat terjadinya KEMACETAN di daerah itu. Selain itu di daerah Tembelang-Jombang yang dekat dengan akses Jembatan Ploso akan dibangun AKSES keluar-masuk TOL Surabaya-Mojokerto-Kertosono (SUMOKER) atau dengan tujuan melanjutkan ke TOL Trans Jawa, ”pungkasnya. oke/pri/mec

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *