Skip to toolbar

Aneh PT Global Interinti Industry Tidak Sanggup Bayar Kompensasi Pensiun Satu Orang Karyawan

Surabaya, Suara Jatim.news – Tidak masuk akal, Perusahaan besar yang bergerak di bidang produksi minyak goreng PT Global Interinti Industry (PT GII), beralamat di Jl Tanjung Tembaga No. 8-9 Surabaya ,tidak mampu membayar uang pensiun satu orang karyawannya.

Moh.Choirul Huda (55) karyawan bagian Operasi Tangki Dasar (OTD) yang sudah bekerja semenjak tahun 2000 , dan sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) seharusnya bulan Mei 2020 sudah pensiun tapi hingga saat ini Choirul masih bekerja.

Choirul sudah berulang kali menanyakan kepada Arianto selaku Kepala Bagian Personalia dan General Affair ( Kabag P
& GA ) PT GII , tapi hingga saat ini belum ada kejelasan ,bahkan permasalahan ini sudah di mediasi secara Tripartit oleh Dinas Tenaga Kerja Surabaya.

“Hari ini mediasi yang ke enam , tapi menurut keterangan Ettik Sulistiyowarni selaku mediator perselisihan hubungan industrial Disnaker , pihak PT GII tidak bisa hadir.” terang Choirul di halaman kantor Disnaker Surabaya,Senin( 07/09/2020)

Didampingi Masdiyar Utomo Ketua Basis Serikat Pekerja Produktiva PT GII dan Eko Purwanto sekretaris DPC Surabaya , Serikat Pekerja Produktiva .Choirul menghadiri undangan mediasi dari Disnaker.

Masdiyar selaku Ketua Basis sangat menyayangkan permasalahan sederhana terkait pensiun ,sudah enam kali mediasi belum juga ada titik temu.

“Permasalahan pensiun sebenarnya sederhana sesuai PKB dan UU nomer 13 tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan seharusnya saudara Choirul sudah pensiun dan mendapatkan pesangon.” tegas Masdiyar .

Masdiyar sangat menyayangkan alasan PT GII tidak bisa memberi pesangon karena adanya pandemi Covid – 19 .

” Pandemi Covid – 19 yang dijadikan alasan PT GII menunda pensiun satu orang karyawan sangat tidak masuk akal , karena PT GII adalah perusahaan besar dan selama Covid – 19 produktifitas PT GII tetap seperti biasa.”ungkap Masdiyar.

Terpisah Eko Purwanto Sekretaris DPC Serikat Pekerja Produktiva menambahkan ,seharusnya persoalan masa pensiun tidak sampai berlarut larut.

“Saya merasa ada yang janggal dan aneh Kenapa perusahaan besar sekelas PT GII mengingkari PKB dan UU Ketenaga Kerjaan serta terkesan mempersulit saudara Choirul untuk mendapatkan haknya , padahal secara finansial kalau sekedar memberi kompensasi uang pensiun satu orang karyawan bukan hal yang sulit.” tutur Eko.

Ia menambahkan dari faktor usia seharusnya saudara Choirul sudah pensiun.” Beliau juga ingin menikmati masa pensiun bersama keluarga apalagi kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan untuk terus bekerja.” pungkasnya.

Ketika wartawan Suara Jatim mendatangi PT GII di Jl.Tanjung Tembaga 6-8 Surabaya untuk konfirmasi , Aryanto ( Kabag P & GA ) tidak bisa ditemui , ketika di hubungi berulangkali melalui ponselnya tidak diangkat ,yang menarik pesan WA sedang online tapi tetap tidak mau dihubungi dan terkesan menghindar (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *