Skip to toolbar

MUI Klojen Gelar SOSIALISASI Penanganan JENAZAH COVID-19

Malang-SJN – Sesuai keputusan Fatwa MUI (13/09) minggu MUI klojen gelar sosialisasi penangan jenazah covid -19 hal ini meliputi bagaimana cara merawat jenazah covid 19 yang meliputi cara memandikan,mengkafani,mensholati serta cara penguburan.

kegiatan ini dilaksanakan di masjid di masjid Fathul Huda kelurahan bareng kota malang .dengan pemateri bapak ust Drs. HM Nursalim,M.Pd. I beliau adalah sekretaris majelis ulama Indonesia kota Malang.dan bripka Luky Rahardianto.(bhabinkamtibmas kelurahan bareng)
Acara ini juga di hadiri oleh pengurus MUI kelurahan se -kecamatan klojen

Dari pemaparan pemateri menyampaikan semua prosesi kegiatan penangan jenazah sesuai syariat islam juga harus menekankan keselamatan petugas misal selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara memakai (APD) alat pelindung diri dengan lengkap .

” tata cara memandikan jenazah dengan cara sesuai syariat islam contoh misal memandikan dengan cara tayamum

bolehjuga dilaksanakan apabila petugas yang memandikan tidak ada yang berjenis kelamin sama maka di mandikan dengan masih memakai pakaian dan boleh dengan cara di tayamumkan” ungkap sekretaris komisi fatwa MUI pusat KH asrorum Niam Sholeh.

Jika menurut beberapa ahli jenazah tersebut tidak memungkinkan untuk di mandikan atau di tayamumkan karena berbahaya bagi petugas maka jenazah tersebut tidak perlu di mandikan atau di tayamumkan menurut fatwa ini kemudian dinyatakan dalam kondisi darurat dan akhirnya jenazah tersebut di kafani dengan kain yang menutup seluruh tubuh kemudian di masukkan ke dalam kantong jenazah yang tidak tembus air ini di lakukan guna mencegah penularan virus sekaligus untuk keamanan petugas,jika masih menemukan najis paska mengkafani maka petugas boleh mengabaikan najis tersebut .kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus udara dan air lalu jenazah dimiringkan ke kanan sehingga meski di dalam peti jenazah menghadap kiblat.setelah itu disunnahkan dan di sholati di tempat yang aman tak lupa petugas memakai APD lengkap sesuai protokol kesehatan
Setelah itu saat di kuburan petugas tidak perlu membuka peti atau plastik maupun kain karena ini dalam keadaan darurat dan bagian akhir di lakukan penguburan .dalam fatwa MUI juga di perbolehkan memasukkan beberapa jenazah dalam satu liang lahat ini sesuai fatwa MUI no 34 tahun 2004 karena dalam keadaan darurat .ini adalah bagian isi sosialisasi yang di sampaikan pemateri terkait fatwa MUI .salah satu perwakilan dari kelurahan penanggungan yang hadir saat itu mengatakan bahwa ini sangat penting ada sosialisasi penanganan jenazah covid karena masih banyak masyarakat yang belum faham dan tidak tau dengan begini kita sebagai penyambunglidah dari acara ini bisa mensosialisasikan di tiap kelurahan masing -masing nantinya terang bapak mujtahid.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *