Skip to toolbar

Polsek Rungkut Membubarkan Resepsi Pernikahan Secara Arogans Diduga dengan Alasan Kerumunan.

Surabaya. SUARAJATIM.news| Sebuah hajatan pernikahan yang disertai hiburan Elektun di bubarkan oleh petugas kepolisian polsek Rungkut Surabaya minggu 27/09/20 dengan dasar alasan mengenai kerumunan

Keluarga Sudarsono bertempat tinggal di Kampung Medokan sawahan RT 02 RW 01 Kec. Rungkut Surabaya yang sedang  melangsungkan acara resepsi pernikahkan putranya bernama Wahyu sutrisno dengan pasangan pilihannya Rosita Dewi putri dari  Abd. Syakur

Saat acara pesta resepsi pernikahan yang merupakan kegiatan sakral yang sedang  berlangsung di kediaman Sudarsono di Medokan Sawahan Rungkut Surabaya di sertai hiburan Elektun sesuai dengan protokoler kesehatan mulai tes suhu melalui alat Termogen bahkan penataan kursi sesuai jarak dan himbauan pemakaian masker  yang dilakukan oleh pihak keluarga yang di sampaikan melalui seorang MC sesuai dengan arahan dan petunjuk tim Gugus kota Surabaya yaitu IRVAN widjojanto, bahkan prosedur aturan dan persyaratan surat ijin pemberitahuan yang  sudah ditunjukkan kepihak RT, RW, lurah ke-kecamatan yang mendapat persetujuan dimana persyaratan itu di urus oleh anggota  Aliansi Pekerja Seni Indonesia (APSI) yang ketuai oleh Java Angkasa

Namun disaat berlangsunya pesta resepsi pernikahan datang puluhan petugas kepolisian polsek Rungkut untuk membubarkan acara tersebut saat dibubarkan Keluarga Sudarsono sangat terpukul dengan tindakan yang dilakukan oleh kepolisian  polsek Rungkut yang telah membubarkan begitu saja, disaat masih banyak para tamu undangan

Atas adanya insiden tersebut merasa Keluarga Sudarsono merasa dirugikan dimana para tamu undangan banyak  yang belum datang, apalagi ditambah biaya hiburan tanggapan Elektun yang masih berjalan dengan satu lagu yang dibawakan oleh salah satu biduan penyanyi dangdut  langsung di bubarkan dengan alasan kerumunan

Dengan adanya kejadian pembubaran yang dilakukan oleh petugas polsek Rungkut diduga secara sepihak  membuat keluarga Sudarsono merasa shok bahkan penganten mempelai wanita mengalami guncangan mental (Depresi)

Seperti yang dilontarkan  mempelai Putra “saya sangat kesal apa yang dilakukan aparat kepolisian sebagai pengayom masyarakat, dan ini jelas mempermalukan keluarga saya..!!  “apalagi masih banyak para tamu undangan yang belum datang sudah dibubarkan begitu saja tanpa ada persuasif. Ujar Wahyu dengan wajah emosi

Masih Wahyu, “Dengan datangnya  polisi yang membubarkan membuat tamu buyar berhamburan pergi, aku sangat emosi mas seandainya aku gak dicekeli wong tuo ku mas wes tak gae rame mas..!! Pungkasnya di hadapan media dengan kata logat jawanya

hingga mempelai Putra sempat emosi dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas kepolisian polsek Rungkut yang tidak ada audensi persoasif sebagai pengayom masyarakat seperti yang di lontarkan oleh anggota APSI

Lain halnya dengan pengurus Aliansi Pekerja Seni Indonesia (APSI) di saat menuturkan pada awak media, “padahal kita sudah melengkapi semua persyaratan surat ijin pemberitahuan, mulai RT, RW mengijinkan bahkan sampai nang lurah karo kecamatan wes menyetujui menanda tangani yang penting sesuai dengan protokoler kesehatan, pihak keluarga wes melakukan sesuai Arahan? Terus piye nek koyok ngene iki mas opo maneh IRVAN widjojanto iku sudah memberi himbauan

Atas kekecewaan terhadap prilaku petugas kepolisian maka dengan itu APSI akan kembali melakukan demonstrasi terkait tidak sesuai fakta dilapangan dimana saat demo dulu di temui oleh IRVAN widjojanto selaku petugas Gugus penanganan Covid Surabaya menyatakan bahwa hajatan tidak ada dalam larangan Perwali bahkan hiburan bisa di laksanakan asal sesuai dengan protokoler kesehatan hingga batas waktu yang di tentukan yaitu pukul 21:30 wib

Atas tindak petugas kepolisian polsek Rungkut pihak keluarga sebagai penyelengara hajatan yang merasa kecewa  serta di rugikan akan mengadukan tututan. Pungkas Wahyu putra Sudarsono  (*jib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *