Skip to toolbar

Satlantas Polrestabes Surabaya Gelar ZEBRA Semeru selama 14 hari

SURABAYA. Suarajatimnews | Polisi satuan lalu lintas (Satlantas) polda jatim, akan menggelar Oprasi Zebra Semiru selama 14 hari akan menindak semua pengendara yang melanggar baik Roda dua maupun roda empat terhadap pengendara yang  melanggar secara kasat mata

Polda Jatim beserta polres jajaran  termasuk Satlantas Polrestabes Surabaya  akan melaksanakan Rahazia yang akan berlangsung pada tanggal 26 oktober hingga 8 November 2020

Adapun sasaran pelaksanaan oprasi ZEBRA Semeru 2020 kali ini akan diprioritaskan terhadap pelanggaran pengendara diantaranya
1 pengendara yang mengunakan alkohol
2 pengendara yang tidak menggunakan helm ber standard SNI
3 mengunakan Handpone saat berkendara (mengemudi)
4 berkendara melebihi kapasitas muatan
5 pengemudi masih di bawa umur
6 pengendara yang melawan arus
7 kelengkapan serta keabsahan administrasi surat-surat
8 pengendara mobil yang tak menggunakan sabuk pengamanKetika Kasatlantas Polrestabes Surabaya

AKBP Teddy Candra SIK., M.Si., menjelaskan razia oprasi ZEBRA Semeru 2020 tersebut serentak di laksanakan oleh jajaran Polda jawa timur, tapi pelaksanaannya tahun ini berbeda dengan tahu-tahun sebelumnya, karena saat ini dalam situasi Pandemi Covid, kita akan mengedepankan pendekatan secara persuasif dan persuasi pada masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dimana saja. terang Teddy, sabtu 24/10/2020

Lanjut Teddy, oprasi ZEBRA Semeru 2020 ini sebagai salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, oprasi ini juga guna mewujudkan KAMSELTICAR, dengan mengedepankan kegiatan penegakan hukum (Gakum) lantas secara selektif, dalam oprasi itu ada beberapa sasaran pelanggaran yang di cari petugas satlantas. imbuh Teddy

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra, menyebutkan juga jumlah pelanggar lalu lintas di jalanan masih didominasi oleh pelajar dari tahun ke tahun dan kami tidak pernah merasa bosan untuk menghimbau kepada para orang tua untuk tidak memfasilitasi para pelajar yang belum memiliki SIM (surat izin mengemudi) untuk berkendara di jalanan sangat berbahaya. Pungkas perwira dua melati di pundaknya. (*jib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *