Skip to toolbar

Pabrik TAHU di Desa Badas Sumobito Jombang tidak taat aturan Terkait masalah IPAL

    Ket. Photo pabrik TAHU

JOMBANG. SUARA JATIM news –  Keberadaan sebuah dusun Nglele Desa Badas kec. Sumobito kab. Jombang jawa timur sebagian warganya merupakan  pengusaha Pabrik tahu yang diduga terdapat hampir 18 perusahaan pabrik Tahu yang tak ada papan plakat PT ataupun CV yang hanya sekedar mengantongi ijin usaha dari lurah yaitu berupa SIUP dan NPWP

Proses pengelolaan Tahu yang banyak menggunakan air dan air panas yang mendidih dengan cara pembakaran yang menggunakan limbah sampah jenis plastik dan lain-lain hingga menimbulkan asap hitam pekat yang keluar melalui cerobong asap perusahaan pabrik tahu yang tingginya di perkirakan 20 meter

Namun sangat di sayangkan keberadaan pabrik pengelola Tahu di Desa Nglele diduga   tak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang di buang begitu saja ke saluran air sungai yang berukuran lebar sekitar 3 meter yang menyebabkan air sungai tersebut menjadi warna putih yang mengandung bau sangat tak sedap hampir mirip bau kotoran binatang Babi

Herannya lagi bau yang sangat tak sedap tersebut menyebar kemana-mana hingga mengganggu pengendara kendaraan yang melintas di jalan Raya Segorejo Sumobito  Jombang

   Ket. Photo air limbah TAHU di kali

Kamis 22/10/2020, saat salah satu pabrik Tahu yang di ketahui milik Sholeh ketika di konfirmasi oleh 4 awak media, Sholeh mejalaskan, ” Semua usaha pabrik Tahu di Desa Nglele semua rata-rata gak punya IPAL, apalagi milik mantan lurah yang pabrik nya besar dekat masjid juga tidak memiliki IPAL yang di buang nya sama ke sungai itu malah baunya kemasjid, tapi orang sini sudah terbiasa dan tidak dipermasalahkan. Terang Sholeh, selaku salah satu pemilik usaha pabrik Tahu yang terletak di sisi Rel Kereta Api

Anehnya lagi Menurut pengakuan Sholeh pada awak media bahwa Dinas Lingkungan Hidup (LH) kabupaten Jombang pernah mendatangi dan meninjau keberadaan semua pabrik tahu di Desa Nglele Sumobito dan pihak dari Dinas Lingkungan Hidup tidak mempermasalahkan terkait IPAL yang tidak di miliki semua pabrik Tahu yang ada di Desa Nglele tersebut. Terang sholeh

ket. Photo limbah sampah plastik

Lain hal dengan pemilik usaha pabrik Tahu yang di ketahui seorang oknum TNI aktif saat di temui awak media di lokasi usaha pabrik Tahu dengan proses pembakaran yang sama yaitu menggunakan limbah sampah jenis plastik tidak ada masalah dengan usaha miliknya lantaran berada di tengah sawah yang jauh dari permukiman warga dan usaha tersebut semata-mata membantu warga setempat yang tak memiliki lapang pekerjaan. jelas oknum tersebut pada media. (*jib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *