Skip to toolbar

PT. KAI. DaOp 8 Surabaya Larang Pembangunan MASJID, Entah Apa alasannya?..

Ket photo kuasa hukum M.Taufik S.H


Surabaya. Suarajatim News | Berdalih KEGIATAN Pemeliharaan tanah yang DIDUGA Sepihak dari PT KAI DaOp 8 Surabaya hingga melakukan PENGGUSURAN Paksa terhadap rumah semi permanen bahkan sebuah Mushola tempat IBADAH umat ISLAM hendak di robohka  di Jalan Sulung Nomor 65 Kelurahan Alun-Alon Contong Kecamatan Bubutan Surabaya kini menjadi POLEMIK di masyarakat Sesurabaya bahkan Sejatim.
Mewakili ASPIRASI masyarakat ditunjuk sebagai tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammad Taufik SH mengatakan ,”kita akan MENSOMASI pihak PT KAI yang DIDUGA telah mengklaim tanah sepihak berdasarkan Keputusan pengadilan nomor 1278. Nah Keputusan tersebut telah kami IKRAH dengan kekuatan hukum tetapi baru kali ini ada tindakan yang sangat disesali dari PT KAI beserta Kubu PENDUKUNG yang dengan SENGAJA melakukan PENGGUSURAN secara PAKSA terhadap warga pada hari Rabu 20/11/2020 di Jalan Sulung Nomer 65 pukul 04:30 WIB, “ungkap M. Taufik.
Ia menambahkan, “kami sudah MELAPORKAN masalah KASUS Pelanggaran ini ke Polda Jatim, “tambah M. Taufik pada hari Jum’at 20/11/2020

Dikonfirmasi secara terpisah oleh media Suarajatimnews  melalui lewat sambungan telepon terkait KEJELASAN status tanah di Jalan Sulung Nomer 65,  Suprapto selaku Manager Humas PT. KAI Daop 8 melalui KETERANGANNYA resminya mengatakan, “berdasarkan ASET tanah Sertifikat Hak Pengelola Nomer 73 tahun 2009,  disahkan tanggal 24 Maret dengan luas tanah 8.703 m2  PT KAI sebagai pemilik lahan yang SAH melakukan PENSEGELAN guna MENGANTISIPASI Dugaan Kejadian/Peristiwa yang tidak DIINGINKAN, “tegas Suprapto

Sedangkan Muhammad JUFRI Mubarok Toyib selaku Pengelola tanah aset di areal lokasi mengatakan, “hari ini tetap kita lakukan pembangunan Masjid dengan luas Tanah ukuran kurang lebih 50X50 meter biarpun telah DIKLAIM oleh PT. KAI, dengan memasang PLAKAT bertuliskan tanah milik PT. KAI, “ujar Jufri.
Jufri menambahkan, “pembangunan Musholla BABUSSALAM yang berdiri puluhan tahun tersebut mendapat perlakuan yang dinilai tidak adil dan semena-mana terhadap beberapa bangunan yang telah DIROBOHKAN tanpa adanya PERINGATAN dan MUSYAWARAH terhadap pemilik lahan hingga terjadi ke dua kalinya, nah atas tindakan itu kami juga melapor ke polisi hal itu dibuktikan berdasarkan nomer TBL-B/722/RES.I.IO/UM/SPKT Polda Jatim dikatakannya objek tanah tersebut akan didirikan sebuah Masjid dengan nama Masjid BABUSSALAM Wal Barokah, “tendas Jufri

Taufik. S.I.Kom.S.H,M.H selaku Kuasa hHkum FAAM melanjutkan, “untuk objek tanah tersebut, bahwa ada putusan pengadilan nomer 1278 sudah IINKRAH yaitu oleh salah satunya Handoko dan pihaknya itu kemudian dialih kelolahkan berdasarkan dari notaris ke H. Juhri, ia juga menyesalkan atas tindakan pensegelan secara sepihak dari salah satu pihak PT.KAI yang mengklaim bahwa tanah tersebut miliknya tanpa mufakat dan inprosedural diluar aturan hukum yang berlaku, sesal M.Taufik.
masih M.Taufik,  “ironisnya PT. KAI kami MENDUGA tidak memiliki dasar apa apa untuk mengklaim bukti atas tanah tersebut dan kami siap jika nantinya di buktikan di pengadilan, “pungkasnya. (JIB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *