Cak HUD Bantu SEMBAKO Bagi Warga TERDAMPAK Korban BANJIR Tanggulangin

Sidoarjo-SJN. Hingga kemarin malam 09/01/21 banjir masih menggenangi dua Desa Kedung Banteng dan Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo walau sudah mulai berkurang atau surut sesuai pantauan SJN di lokasi banjir. Pemkab Sidoarjo sudah memberikan bantuan SEMBAKO pada korban banjir di dua desa ini melalui Dinas Sosial (DinSos) Kabupaten Sidoarjo dan sebanyak 754 paket sembako kepada korban banjir di Desa Kedung Banteng dan Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo telah tersalurkan. Proses penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan Pj. Bupati Sidoarjo-Hudiyono atau yang akrab disapa Cak Hud bersama Ketua DPRDUsman di Balai Desa Kedung Banteng.

Adapun paket sembako tersebut berisi beras 20 kg, 4 kg gula pasir, 4 lt minyak goreng, 2 kg telur ayam, 1 kg tepung, 4 kaleng susu kental manis dan 40 bungkus mie instan. Untuk Desa Kedung Banteng disalurkan sebanyak 393 paket. Sisanya 361 paket sembako disalurkan ke Desa Banjar Asri. ”Ini salah satu upaya pemerintah mendekat dan hadir di masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah banjir. Kita setiap hari terus memantau kondisi banjir dan melakukan upaya percepatan penanganan. Salah satunya Pemkab Sidoarjo sudah pinjam satu unit pompa penyedot air yang dikirim ke Balai Desa (BalDes) Banjar Panji, ”kata Hudiyono usai menyerahkan bantuan, pada (24/12/20) lalu.

Ketua DPRD, Usman mendukung upaya Pemkab Sidoarjo dengan memberikan bantuan Sembako kepada warga korban banjir, dari sisi anggaran Usman juga membuka peluang pengajuan apa saja yang dibutuhkan Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat penanganan banjir di dua desa kecamatan Tanggulangin tersebut. ”Dewan mendorong dan akan mendukung dari sisi anggarannya. Apa yang dibutuhkan oleh Pemkab Sidoarjo akan kita dukung untuk percepatan penanganan banjir di Tanggulangin ini, ”kata Usman. Menurutnya saat ini yang segera harus dilakukan selain memberikan bantuan adalah mencari akar masalah penyebab banjir Tanggulangin. Hasil kajian Akademik dari ITS dan Universitas Brawijaya Malang yang terjadi di dua desa tersebut mengalami Penurunan Tanah (land subsidence).

”Jadi, fokus Pemkab Sidoarjo saat ini meninggikan jalan umum dan halaman rumah warga yang tergenang air dengan cara menguruk sertu, Pemkab juga terus melakukan normalisasi sungai, ”pungkas Usman. Berikut laporan dari BBPD Kabupataten Sidoarjo kepada SJN melalui . Dari 2018 jiwa yang tinggal di dua desa tersebut yakni Desa Kedung Banteng sebanyak 1207 dan di Banjar Asri sebanyak 811 meliputi 9 RT. Kedung Banteng terdapat 4 RT untuk RT.02 ketinggian air mencapai 5 cm, RT.03 ketinggian air mencapai 8 cm, RT.05 ketingian air mencapai 17 cm dan di RT.06 ketingian air mencapai 17 cm. Untuk Desa Banjar Asri meliputi 5 RT di RT.03 ketinggian air mencapai 20 cm, RT.04 ketingian air mencapai 17 cm, RT.05  ketinggian air mencapai 17 cm, RT.06 ketingian air mencapai 13 cm dan RT.07 ketingian air mencapai 10 cm.

BPBD Kabupaten Sidoarjo hingga malam ini masih melakukan MONITORING banjir secara berkala melalui BMKGSimon Rain, media sosial dan Radio Komunikasi selain monitoring BPBD Sidoarjo juga melakukan koordinasi dengan PUBMSDA, Dinas Sosial, Koramil, Polsek, Dinkes, Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat baik dari mempersiapkan peralatan dalam rangka kesiapsiagaan bencana juga mengoperasikan pompa air di KisDam Banjar Asri guna mengurangi genangan. Begitu juga untuk warga di Dusun Limbe Desa Kedung Banteng yang sementara ini juga melakukan penanggulan dengan sandbag (kantung pasir) dan sirtu. Mengingat jumlah terdampak sebanyak 630 di antaranya Kedung Banteng sejumlah 370 kk dan di Banjar Asri sejumlah 260 kk. Terdapat 4 mushola yadng terdampak di antaranya di Kedung Banteng terdapat 1 mushola dengan ketinggian air sekitar 5 cm dan di Banjar Asri terdapat 3 musholla yang juga terendam merembes lewat gariselah keramik. sob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *