Polsek Sawahan Laksanakan Penyekatan Perbatasan Surabaya

SURABAYA… Dalam rangka mendukung 16 program prioritas Kapolri khusus point 7 tentang Pemantapan dukungan Polri dalam penanganan Covid 19 dan Inpres No.6 Tahun 2020 tentang Peningkatan disiplin dan Penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid- 19 serta Perwali Kota Surabaya No.67 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada kondisi pandemi Covid 19.

Untuk Dasar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI.
INPRES NO.6 TAHUN 2020, tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease.

Kemudian surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang
Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Dengan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 H
Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Peraturan Walikota Surabaya nomor 67 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid – 19.

Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya beserta Unsur Instansi Terkait Dishub dan Pemerintah Kota Surabaya dari Bakesbanglinmas dan Satpol PP Kota Surabaya melaksanakan Penyekatan Perbatasan Surabaya dan larangan mudik bagi warga dan kendaraan luar Kota Surabaya di Exit Tol Banyu Urip Surabaya, Kamis tanggal 6 Mei 2021.

Adapun lokasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, adalah di Exit Tol Banyu Urip Surabaya, personel yang terlibat dalam giat tersebut adalah Waka Polsek Sawahan AKP Ega Prayudi, Ega S.I.Kom., Kapospam Kanit Lantas Polsek Sawahan IPDA Hari Karyono, Pawas Panit Bhinmas AIPTU Eddy S., anggota Polsek Sawahan sebanyak 8 personel, anggota Satpol PP Kec. Sukomanunggal 4 personel, Linmas 2 personel dan anggota Dishub sebanyak 2 personel.

Dalam giat operasi Penyekatan perbatasan Kota Surabaya dan larangan mudik bagi kendaraan luar Surabaya di exit tol Banyu Urip tersebut petugas. Penghentikan kendaraan secara random terhadap kendaraan yang
diduga melakukan pelanggaran, dilakukan pengecekan identitas dan SIKM (Surat Izin Keluar / Masuk).

“Apabila tidak memenuhi syarat, akan diputarbalikkan atau
dikembalikan ke daerah asal, apabila memenuhi syarat, dipersilakan melanjutkan perjalanan
dengan tetap mengutamakan Prokes dan akan dilakukan rapid tes
antigen secara acak / random,” Sebut saja Waka Polsek Sawahan AKP Ega Prayudi, S. l. Kom., saat didampingi Pawas Kanit Lantas IPDA Hati Karyono.

Masih Ega, apabila ditemukan travel gelap, akan dilakukan penindakan berupa
tilang, kendaraan diamankan oleh Kepolisian, penumpang diturunkan
dan dilakukan karantina 5 hari oleh Satgas Covid-19 Surabaya di Hotel
Asrama Haji dengan biaya sendiri.

“Setelah dilakukan tes PCR dan hasilnya negatif, diperbolehkan untuk pulang ke daerah asal, apabila dijumpai masyarakat yang menunjukkan indikasi Covid-19
maka akan ditangani oleh tim medis Dinkes, “tegasnya.

Ega menambahkan untuk hasil operasi Penyekatan Perbatasan Kota Surabaya dan larangan mudik bagi kendaraan luar Surabaya di exit tol Banyu Urip, memutarbalikan 4 kendaraan R4 dari Luar Kota Surabaya karena tidak memiliki surat izin keluar masuk Kota Surabaya dan Plat Nopol Luar Kota Surabaya.

“Giat operasi penyekatan perbatasan kota Surabaya dan larangan mudik bagi kendaraan luar surabaya di exit tol banyu urip selesai dilaksanakan berjalan aman lancar kondusif, “.(Nico SJ) “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *