Mahasiswa PMII Dan Santri, Turun Langsung Lambatnya Penanganan Dari Pemerintah Kabupaten Lamongan Dalam Menangani Banjir, Sudah Hampir 4 Bukan Tidak Surut.
(47 Views) March 12, 2026 7:48 am | Published by pimred | No commentLamongan – SuaraJatim.News – Kekecewaan terhadap lambatnya penanganan banjir di Kabupaten Lamongan akhirnya memuncak. Setelah lebih dari empat bulan air tak kunjung surut dan terus menggenangi jalan hingga lingkungan pendidikan, warga bersama santri turun langsung ke jalan menguras banjir sebagai bentuk protes terhadap kinerja Pemerintah daerah. Aksi kerja bakti yang diinisiasi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan ini digelar di jalur Sukodadi–Paciran, Selasa 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan santri dari Ponpes Matholi’ul Anwar, warga nahdliyin, serta masyarakat sekitar yang sudah lama terdampak genangan air. Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatullah, menyebut aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kritik terhadap Pemerintah daerah yang dinilai belum mampu menuntaskan persoalan banjir. “Kita membantu Bupati Lamongan menyelesaikan banjir karena air sudah menggenangi jalan, pesantren dan sekolah karena sudah lebih dari empat bulan. Karena tidak segera diatasi, akhirnya ini menjadi inisiatif warga dan santri untuk menguras banjir agar cepat selesai,” ujarnya,
Menurutnya, selama ini Pemerintah kerap menyampaikan berbagai upaya penanganan banjir. Namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru tidak menunjukkan perubahan signifikan. “Selama ini Pemerintah selalu menyampaikan sedang melakukan upaya maksimal. Tapi sampai detik ini banjir di Lamongan bukan semakin surut, malah semakin parah,” tegasnya.
Aksi protes tersebut bahkan sempat membuat jalur utama Sukodadi–Paciran ditutup sementara. Para santri dan warga menguras air banjir secara manual sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penanganan masalah yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Menurut Arif, genangan banjir tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga sangat mengganggu proses belajar mengajar di lingkungan Pesantren dan sekolah. Bahkan lumut di sepanjang jalan membuat warga sering jatuh terpeleset dan banyak kendaraan mogok usai melewati jalan tersebut.
Video
b7b7c63e-3d34-4228-9ef3-110234dd2dfc
“Ini keresahan para santri. Banjir mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan pendidikan,” tambahnya. Para peserta aksi berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah nyata dan cepat bersama pihak-pihak terkait untuk menuntaskan persoalan banjir, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kami berharap sebelum hari raya banjir ini bisa diselesaikan. Dan yang paling penting, Pemerintah memastikan Tahun-tahun berikutnya Lamongan tidak lagi dilanda banjir berkepanjangan,” pungkasnya.
(Moh.Hadi P.)
Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Click to open Menus



No comment for Mahasiswa PMII Dan Santri, Turun Langsung Lambatnya Penanganan Dari Pemerintah Kabupaten Lamongan Dalam Menangani Banjir, Sudah Hampir 4 Bukan Tidak Surut.