Jago Debat Layak Dipilih? Penipu Juga Jago Ngomong
(951 Views) December 16, 2023 8:22 pm | Published by pimred | No commentSurabaya – SuaraJatim.News – Seorang Marinir berbintang 2 yang relatif baru purna tugas, Mayor Jenderal Marinir Purnawirawan, Kasirun Situmorang. KS, sebutan kerennya saat berdinas aktif, dikenal ketegasannya saat berdinas dan dibanggakan oleh para anggotanya dimanapun KS berdinas.
Saat ini KS dilibatkan dalam Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk calon Presiden No. 2, Prabowo~Gibran. KS minta Ketum PJI membantu tugasnya sebagai Tim Kampanye Calon Presiden.
Karena didesak terus, sayapun sempat terpancing bersikap. Kepada KS saya (Ketum PJI) hanya sampaikan kemirisan saya terhadap peran media pers mainstream, baik TV maupun media siber yang cenderung tendensius dan ‘menceng’ atau miring dalam membentuk opini publik.
Media sosial apalagi. Lebih parah.
Sebagai jurnalis dan Pimpinan organisasi jurnalis, saya memahami bahwa media perlu pemirsa. Media menghidupi diri sendiri.
Bukan dihidupi Pemerintah.
Walau tak pelak, memang ada media yang transaksional dengan Pemerintah sebagai interaksi yang saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme.
Saya sadari media memiliki peran krusial dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap calon Presiden dan Wakil Presiden.
Namun saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kecerdasan berbicara atau ‘pintar ngomong’, tidak mencerminkan keberhasilan dalam menjalankan tugas ke Pemimpinan atau mencerminkan kepawaiannya dalam bekerja atau menyelesaikan tugas tanggung jawabnya.
Banyak saya kenal bahkan berkawan dan bermitra dengan orang orang dengan tipe ‘pintar ngomong’ atau pandai berbicara, namun relatif tidak bisa bekerja.
Jadi Pemimpin pun juga bukan klasifikasi Pemimpin yang hebat, bahkan cenderung ‘kepala batu’, egois dan tidak bisa menerima pendapat orang lain.
Saya analogikan ke KS, “Penipu, pelaku tindak kriminal pasal 378 KUHPpun, rata rata memiliki kecerdasan berbicara atau pintar ‘ngomong’ Berprofesi Penipu harus pintar ‘ngibul’ agar bisa mempedaya calon mangsanya”.
Sebaliknya, orang yang kurang pandai berbicarapun belum tentu jiwa ke Pemimpinannya kecil. Belum tentu tidak bisa bekerja.
Maksud saya, tidak bisa pemenang debat atau orang yang pandai berbicara diklasifikasikan sebagai orang yang layak dipilih menjadi Pemimpin, apalagi Presiden dan Wakil Presiden.
Saya mengajak rekan-rekan wartawan untuk tidak terjebak dalam narasi sempit bahwa pemenang debat adalah satu-satunya pilihan yang baik.
Narasi seperti ini pembodohan publik.
Kriteria Pemimpin yang sungguh sungguh melibatkan integritas, keberanian, dan kemampuan untuk Memimpin dengan bijaksana.
Saya juga ingin mengingatkan, dalam menjalankan kampanye, fokus harus diberikan pada substansi program dan visi misi calon dipadukan dengan kemampuan kita menilai, ‘rasionalkah yang dicanangkan calon Pemimpin kita itu’. Sebagai masyarakat yang cerdas dan kritis, kita juga harus mampu menilai calon berdasarkan rekam jejak, integritas, dan komitmen mereka terhadap kesejahteraan rakyat.
Bukan hanya pada kemampuan berbicara.
Terakhir, sebagai Ketua Umum PJI, saya mengajak seluruh jurnalis untuk tetap berkomitmen pada etika jurnalistik dan independensi.
Kita tidak boleh terjebak dalam kepentingan politik praktis yang endingnya menggiring masyarakat kepada opini-opini yang bersifat subyektif. Mari bersama-sama menjaga kemerdekaan pers dan memberikan informasi yang bermutu kepada masyarakat.
Penulis:
Hartanto Boechori
Ketua Umum PJI
(Redaksi).
Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Click to open Menus



No comment for Jago Debat Layak Dipilih? Penipu Juga Jago Ngomong