Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Informatif » Bio-Power Selamatkan Masa Depan Negeri: Bagaimana Bisa?

Bio-Power Selamatkan Masa Depan Negeri: Bagaimana Bisa?

(110 Views) September 8, 2022 1:14 am | Published by | No comment

Trenggalek – SuaraJatim.News – Indonesia telah dikenal sebagai bangsa yang kaya akan sumber daya alam maupun manusia.

Modal utama dalam membangun sebuah Negeri ini memiliki peranan yang sangat crucial sehingga membutuhkan konstruksi dan penataan yang baik.

Salah satunya ada pada kesehatan balita dan anak-anak. Seperti yang kita tahu bahwasanya perkembangan 1000 hari pertama kehidupan merupakan momen yang wajib diperhatikan dalam tumbuh kembang anak.

Bentuk Sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam rangka bagian dari skema reprodoksi bio-power.

Pemerhatian asupan gizi menjadi salah satu pondasi pencetak kecerdasannya di masa yang akan datang.

Namun faktanya, Negara Indonesia masih menjadi langganan Negara dengan penderita stunting yang terbilang tinggi di dunia.

Padahal, peningkatan pada penderita stunting diartikan sebagai babak baru adanya penurunan Produk Domestik Bruto yang menghambat kemajuan Negeri.

Hal ini telah ditinjau oleh UNICEF dengan observasi pada 142 Negara miskin dan berkembang yang menunjukkan proyeksi 127 juta prevalensi stunting akan terus mempengaruhi anak usia di bawah 5 Tahun hingga Tahun 2025.

Lantas bagaimanakah hal ini seharusnya ditindaklanjuti?

Layaknya pepatah menyebutkan bahwa “mencegah lebih baik daripada mebobati”, begitupun yang dilaksanakan pada skema reproduksi bio-power yang dilakukan Kabupaten Trenggalek yang terbukti mampu menurunkan Prevalensi angka stunting hingga di angka 18,1%. Bio-power sendiri adalah pemikiran penaklukan tubuh kepada masyarakat,

atau dalam arti singkatnya berarti sebuah cara dalam mengakses tubuh manusia melalui pendekatan norma dan berjalan beriringan dengan hukum.

Pada konsep ini, pelaksanaan penyuluhan kesehatan masyarakat yang telah diatur dalam undang-undang menjadi salah satu skema unik yang dapat ditelisik.

Bagaimana bisa hukum dapat diterima secara mudah oleh masyarakat?

“Kontrol atas tubuh ini mampu diterima dengan mudah melalui kekuatan khusus yang ditandai dengan adanya pendidikan, pengetahuan, dan gelar.
Nah, ini ada pada sistem agen atau kader dalam Implementasi angka stunting,” ujar Andiek Muarifin.

Kepala Puskesmas Kabupaten Trenggalek. Meskipun kader diambil dari masyarakat biasa yang notabene adalah ibu rumah tangga tanpa latar belakang kesehatan, pengalaman dan kedekatannya menjadi kekuatan tersendiri untuk membangun komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat.

Maka dari itu, para kader dijuluki sebagai agen sekaligus pemegang otoritas.

Alur pemegang otoritas tertinggi sebenarnya tetap berada di tangan Pemerintahan Daerah yang mana diatur dalam Peraturan Menteri mengenai Pembentukan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Para kader yang berperan sebagai preventive health agent ini mendapatkan pelatihan dan pendampingan oleh tenaga kerja medis melalui tatap muka rutin per bulan.

Tentunya, kegiatan ini tidak semata-mata dilakukan tanpa feedback. Pemerintah akan mengeluarkan peraturan, sanksi, dan reward untuk mengendalikan populasi ini.

“Para kader mampu menyelaraskan pengetahuan dari tenaga kesehatan dan masyarakat, sehingga pemahaman dan perubahan perilaku nampak,” ujarnya.

Pertemuan rutin dan insidentil menjadi bobot utama dari skema bio-power sehingga berjalan maksimal seperti pada Kabupaten ini.

Rangkaian referensi yang telah dimiliki dan terbukti pada pengalaman kader menjadikan tingkat kepercayaan ibu dan pengasuh meningkat.

Namun, para kader juga menuturkan bahwa pertemuan saja tidak cukup, sehingga penyampaian informasi intens dilakukan seperti penyebaran poster cetak maupun online melalui grup whatsapp yang telah dibuat.

“Meskipun telah memiliki pemahaman tentang keperluan gizi anak, hambatan seperti kesalahan pemikiran, keengganan berinteraksi, serta informasi hoax yang banyak tersebar juga menjadi PR para kader untuk semakin meningkatkan intensitas komunikasi persuasi ini,” pangkas Andiek dalam penjelasan skema bio-power ini.

Diharapkan masyarakat semakin perhatian dan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya untuk kemajuan NKRI yang lebih baik.

Penulis : Monika Teguh S.Sos. M.Med.Kom & Kirana Ratu Sekar Kedaton.


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/hengkyabidin/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Categorised in: ,

No comment for Bio-Power Selamatkan Masa Depan Negeri: Bagaimana Bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Notice: Undefined variable: options in /home/hengkyabidin/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/hengkyabidin/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17