Gunung Merapi Meletus Lagi BPPTKG Mengumumkan
(1389 Views) March 12, 2023 9:40 am | Published by pimred | No commentMagelang – SuaraJatim.News – Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 11 Maret 2023 sekitar pukul 12.12 WIB ke arah Kali Bebeng dan Krasak.
Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dari jarak 7 km dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.
Wilayah Sebaran Abu dI Kabupaten Magelang Sampai Update pada Hari Sabtu, 11 Maret 2023 sampai Pukul 14.00 WIB
Diantaranya:
1. Kecatamatan Sawangan
a. Desa Ketep
b. Desa Wonolelo
2. Kecamatan Dukun
a. Desa Paten
b. Desa Sengi
c. Desa Ngargomulyo
d. Desa Keningar
e. Desa Sewukan
f. Desa Mangunsuko
g. Desa Krinjing
3. Kecamatan Candimulyo
a. Desa Surojoyo
b. Desa Giyanti
c. Desa Bateh
4. Kecamatan Pakis
a. Desa Pakis
b. Desa Bawang
c. Desa Kajangkoso
d. Desa Pogalan
5. Kecamatan Tegalrejo
a. Desa Kebonagung
b. Desa Mangunrejo
c. Desa Sukorejo
d. Desa Purwosari
e. Desa Donorojo
f. Desa Ngadirejo
g. Desa Klopo
h. Desa Japan
i. Desa Tegalrejo
j. Desa Banyuurip
6. Kecamatan Tempuran
a. Desa Prejegsari
b. Desa Pringombo
c. Desa Growong
d. Desa Kemutuk
7. Kecamatan Bandongan
a. Desa Trasan
b. Desa Banyuwangi
c. Desa Salamkanci
d. Desa Bandongan
e. Desa Kebonagung
f. Desa Kalegen
8. Kecamatan Windusari
a. Desa Windusari
9. Kecamatan Kaliangkrik
a. Desa Beseran
b. Desa Balekerto
10. Kecamatan Ngablak
a. Desa Ngablak
11. Kecamatan Mertoyudan
a. Desa Mantenan
Ketika alam mulai marah
Ia tidak lagi memberi ketenangan dan keindahan
Ia mulai memuntahkan isi perutnya
Seakan ia berkata bahwa ia sudah muak dengan ulah manusia
Fenomena alam seperti banjir,gunung meletus, kekeringan, tzunami dan tanah longsor merupakan bentuk perlawanan dan kemarahan alam kepada manusia. Alam dan bumi secara keseluruhan bereaksi terhadap kegiatan manusia, jika ada kegiatan negatif dan merusak alam maka alam tidak segan-segan melawan dengan kekejaman.
Sudah berapa orang yang meninggal karena tanah longsor? Berapa rumah tenggelam karena banjir? Berapa mobil hancur karena jalan amblas? Berapa banyak orang yang tidak bisa mandi dan minum karena kekeringan?
Mother nature is beautiful (Alam itu Indah),. But if she want she can hurt you (tidak ada seorangpun yang menyakitimu seperti aku menyakitimu/bisakah aku menjadi dia).
Manusia bertindak, alam melawan.
Maka dapat dikatakan kalau alam dan manusia sedang berkonflik. Konflik yang dari tahun ke tahun tidak pernah selesai.
Hal ini didasari oleh pola pikir masyarakat Indonesia.
Betapa angkuh dan aroganya masyarakat kita dan sering mengabaikan tanda-tanda alam dikira hanya sebagai lelucon belaka dengan santainya dan diangap hal sepele ketika bencana terjadi baru saling menyalahkan mencari pembenaran kepo dengan isu-isu yang picisan.
Jika SDM masyarakat kita tidak segera berubah maka tak lama lagi bumi pertiwi yang indah subur makmur ini akan segera lenyap entah tertelan alam atau diambil alih oleh pihak lain yang paham akan kekayaan negeri yang kita cintai ini.
Sekarang belum terlambat, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan alam.
Tentunya kita tidak mau gelar Indonesia sebagai paru-paru dunia nanti hanya tinggal kenangan. Kita juga tidak mau banyak korban berjatuhan dikarenakan alam yang terus melawan kita.
Jika kita bersikap baik terhadap alam, menjaga alam, dan selalu melestarikan alam maka alam juga akan baik kepada kita.
Tidak akan ada lagi banjir setiap tahun, kekeringan ekstrem di musim kemarau atau tanah longsor yang merusak jalan. Bukankah ini yang kita mau?
Fenomena kepulan asap gunung merapi yang berbentuk kepala kambing adalah pertanda atau pengingat bahwa sesuatu yang gaib dari dunia bawah tanah penguasa alam kematian sudah keluar dari tempatnya.
Manusia harus lebih mendekatkan diri lagi pada Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.
Sebelum terjadi bencana besar lagi”ungkapnya.
(Jef~Red)
Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Click to open Menus





No comment for Gunung Merapi Meletus Lagi BPPTKG Mengumumkan