Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sosial » Mengenal Kenek Beraksi, Program Kesehatan Masyarakat Ala Puskesmas Trenggalek Guna Menumpas Stunting Pada Anak-Anak

Mengenal Kenek Beraksi, Program Kesehatan Masyarakat Ala Puskesmas Trenggalek Guna Menumpas Stunting Pada Anak-Anak

(1382 Views) July 24, 2022 8:31 am | Published by | No comment

SuaraJatim.News – Penyerahan penghargaan Top 45 Inovasi Nasional program “Kenek Beraksi” Milik Pemkab Trenggalek

(Sumber Foto: kominfo.trenggalekkab.go.ig)

Sebagai Negara padat penduduk sekaligus penyumbang angka stunting dalam jumlah besar, Indonesia berhak untuk lebih berhati-hati dan mengenal lebih jauh tentang stunting ini sendiri.

Seperti yang diketahui bahwa periode emas tumbuh kembang anak dimulai bahkan sejak sebelum lahir dan hal tersebut tampak dari sisi fisik anak tersebut.

Ada kalanya, bayi yang lahir dengan panjang yang relatif pendek dan disertai berat badan yang kurang ini lahir atas ketidakpahaman orang tua maupun intervensi yang salah dari lingkungan atas tindakan yang ibu lakukan. Diperlukannya perawatan yang lebih ketat sebelum anak lahir dengan pemenuhan gizi makro maupun mikro merupakan kunci untuk menghasilkan generasi emas yang baik dan tercukupi.

Seperti yang terjadi pada Kabupaten Trenggalek dimana sempat mengalami darurat stunting di Tahun 2013 dengan angka prevalensi yang cukup besar yaitu 38,63%. Namun hebatnya pada tahun 2021 Kabupaten ini mampu menurunkan angka prevalensinya hingga ke angka 18,1% dimana angka prevalensi Jawa Timur masih mencapai 23,5% dan Nasional masih di angka 24,4%. Padahal dengan kondisi pesisir dan Pandemi yang menyulitkan adanya aktivitas persuasi dengan tatap muka dan hanya sebatas melalui media.

Trenggalek mampu menurunkan angka stunting yang mampu menjadi aset penting bangsa. Lantas apakah metode yang digunakan oleh Wilayah dengan seribu pantai ini?

Kenek Beraksi adalah akronim dari Kakek Nenek Bersama Awasi Kesehatan Generasi. Program ini mengusung adanya kontribusi orang tua sebagai publik figur yang dituakan dan memiliki wewenang lebih dalam memutuskan segala hal.
Oleh karena adanya evaluasi daripada program sebelumnya yang lebih menyudutkan orang tua karena tradisi budaya lamanya yang sudah relevan.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek justru melakukan hal sebaliknya. Dengan capaian utama pada penerapan gizi seimbang dan ibu hamil penderita anemia, Pemerintah Trenggalek memanfaat publik figur lansia untuk menjadi komunikator utama dalam persuasi ini.

Dengan persentase lansia yang mencapai 17,23% pada Tahun 2020 sekaligus banyaknya tuntutan ekonomi dan kesibukan orangtua untuk bekerja keluar Wilayah, mengakibatkan pola asuh anak sebagian besar diambil alih oleh kakek ataupun neneknya.

“Karena kakek dan nenek punya otoritas besar dalam membuat rencana, menyentuh, menembus, bahkan mengontrol individu, maka kami sediakan program TauMil (Pantau Ibu Hamil) dan TauCu (Pantau Cucu),” ujar Andik selaku Kepala Puskesmas Trenggalek.Dengan memanfaatkan refent power (kemampuan untuk dijadikan sebagai panutan) dan expert power (Pengetahuan yang dimiliki seseorang) dari kakek dan nenek yang dituakan menjadikan Pemerintah terdorong untuk melakukan persuasi langsung agar tujuannya mampu dilanjutkan kepada orangtua dari cucu tersebut alias anaknya sendiri. Dibuatnya kedua program dengan pemanfaatan Posyandu Lansia dengan aktivitas pemeriksaan, penyuluhan dan kegiatan penunjang well-being lainnya berfungsi sebagai peningkatan engagement rate dari pihak puskesmas.

Berdasarkan analisis peneliti, yaitu Monika Teguh, ditemukan bahwa tahapan tersebut meningkatkan antusiasme para lansia untuk mendengarkan arahan dari petugas kesehatan mulai dari Bidan, Kader, dan Dokter di pertemuan rutin Posyandu Lansia. Setelah pesan dapat dipahami, para lansia mendapatkan tablet Fe untuk anemia dan berbagai resep makanan untuk cucu dengan harapan mempermudah penegakkan program ini. Melalui tabel yang diberikan pula, ternyata efektivitas persuasi ini semakin nyata karena rutinitas yang disesuaikan dengan tabel pelaksanaan yang telah disiapkan dan di cek berkala oleh para kader.

Tidak berhenti disini, para lansia juga mendapatkan apresiasi ketika pelaporan yang didapatkan dalam setiap kampung atas program TauMil dan TauCu dengan hadiah kecil yang akhirnya meningkatkan motivasi para lansia untuk semakin peduli dan sayang akan kesehatan keluarga. Timbulnya rasa bangga atas kondisi kesehatan cucu melalui berat badan dan nafsu makan yang baik menjadi alasan tersendiri bagi lansia untuk tetap melanjutkan program ini. Efek yang tampak nyata setelah 7 Tahun berproses dalam menumpas penyakit yang menyebabkan keterlambatan motorik dan kognitif anak hingga dewasa ini ternyata cukup menggunakan bantuan orang tua yang pada awalnya dianggap sebagai musuh dalam kasus kesehatan akibat warisan budaya yang dibawanya. Lantas, sudah siapkah kalian menjadi bagian dari perubahan negeri dengan mulai memperdulikan kesehatan di lingkungan sekitar.

Penulis : Monika Teguh S.Sos. M.Med.Kom & Kirana Ratu Sekar Kedaton


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Categorised in:

No comment for Mengenal Kenek Beraksi, Program Kesehatan Masyarakat Ala Puskesmas Trenggalek Guna Menumpas Stunting Pada Anak-Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Notice: Undefined variable: options in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17