Pentingnya Bimbingan Konseling Bagi Klien Balai Pemasyarakatan
(852 Views) September 9, 2023 4:07 am | Published by pimred | No commentSurabaya – SuaraJatim.News – Saat ini bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan oleh banyak individu, bimbingan konseling tidak hanya menjurus kepada lingkup pendidikan tetapi juga diluar pendidikan.
Lingkup bimbingan dan konseling di luar pendidikan diantaranya berada dilingkup lapas, bapas, rumah sakit, panti, kepolisian, religi.
Jones (1970: 96) berpendapat bahwa konseling merupakan hubungan antara seorang konselor yang terlatih dan seorang klien sebagai hubungan profesional.
Konselor bersedia mendengarkan kisah hidup klien, harapan mereka, kegagalan mereka, dan masalah yang mereka hadapi. Dalam praktiknya, konseling dimaksudkan untuk membantu program pemulihan narapidana, seperti mengembalikan kebiasaan hidup sesuai aturan.
Dalam praktek konseling konselor tidak menuntut klien untuk mengikuti perkataan dari seorang konselor.
Namun konselor sejatinya hanya membantu klien untuk keluar memilih pilihan hidupnya sendiri yang lebih baik. Konselor harus bisa memahami bahasa tubuh dari seorang klienya ketika sedang proses konseling.
Tidak menutup kemungkinan apa yang disampaikan oleh narapidana adalah pernyataan palsu.
Hal tersebut di sebabkan narapidana belum nyaman dengan konselor. Kbonselor dituntut untuk bisa menciptakan suasana nyaman dari seorang narapidana.
Untuk itu berbagai cara dalam konseling dilakukan.
Namun sebelumnya seorang konselor bisa melalui proses pendekatan secara berkala kepada narapidana.
Pemasyarakatan merupakan proses pengembalian Warga Binaan Pemasyarakatan kedalam masyarakat agar dapat berintegrasi kembali secara sehat dengan masyarakat sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat secara bebas dan bertanggung jawab.
Lapas dan Bapas bukan hanya tempat untuk menghukum orang yang bersalah, namun juga membina serta membimbing narapidana menjadikan hidupnya lebih berarti dan setelah keluar dari lapas mampu bersosialisasi dengan masyarakat, hal tersebut sangat terkait sekali dengan tujuan pemasyarakatan yaitu memulihkan kesatuan hidup, kehidupan dan penghidupan.
Diharapkan konselor mampu memulihkan hubungan klien dengan sang penciptanya, dengan lingkungan sekitar dan juga terkait dengan pekerjaannya.
Ketakutan terbesar dari narapidana saat menjalani masa hukumanya adalah jauh dari keluarga, fasilitas yang terbatas serta tidak adanya kebebasan sementara itu ketakutan dari klien yang sedang menjalani masa bimbingan di Bapas sedang mejalani Pembebesan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang bebas, Asimilasi dan Bimbingan Lanjutan adalah ketidak mampuannya untuk berintegrasi dengan masyarakata dan sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Hal tersebut menjadi alasan pentingnya wujud seorang konselor di lapas dan Bapas yang mampu memberikan layanan dalam bentuk konseling.
Bagi Klien Pemasyarakatan Pentingnya layanan konseling dalam membina narapidana agar mampu mengembalikan semangat dan gairah hidupnya.
Konselor dapat menggunakan berbagai cara supaya mampu menciptakan suasana yang nyaman kepada narapidana, dan membuat terbuka dalam mengungkapkan masalahnya, mampu mengembalikan semangat dan gairah hidupnya.
Konselor dapat menggunakan berbagai cara supaya mampu menciptakan suasana yang nyaman kepada klien, dan membuat terbuka dalam mengungkapkan masalahnya.
Dalam pelaksanaa layanan, sebagai konselor harus dapat menerima klien dengan apa adanya dan dengan segala keunikan klien.
Sesuai dengan pernyataan berikut : Mengingat keragaman populasi pejara ini, tidak mengherankan bahwa pelaku memiliki masalah dan tantangan unik yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus (misalnya keringanan dalam lingkungan peradilan pidana).(Morgan, Rozycki serta Wilson, 2004).
Layanan konseling di Lapas atau Bapas diperlukan untuk memberikan bantuan para terpidana dalam meningkatkan kesehatan mentalnya, penerimaan terhadap dirinya dan bersiap kembali kekehidupan masyarakat sebagai kehidupan komunitas.
Kesehatan mental sendiri adalah sehatnya mental seseorang, terhidar dari gangguan psikis. Sehatnya mental seseorang mampu berpikir secara logis, sesuai dengan fakta, dan tidak mengikuti emosinya.
Gangguan kesehatan disebabkan oleh masalah yang berlarut-larut tanpa ada pemecahan masalahnya.
Individu tidak mampu dalam mengendalikan dirinya, merasa masalah yang dihadapi terlalu sulit untuk dipecahkan. Tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat akibatnya masalah tersebut didiamkan semakin hari semakin rumit dan bertambah. Akibat dari keterlambatan konselor dalam membantu dalam masalah klien, bisa berakibat buruk pada kesehatan mental klien.
Mengakibatkan masalah yang lalu berlarut-larut. Keinginan untuk mengakhiri hidupnya menjadi solusinya terakhir bagi penyelesaian masalah.
Kurangnya rasa percaya diri, dan menutup diri dari lingkungan sosial masyarakat.
Dapat menjadikan individu tersebut di jauhi oleh masyarakat dengan alasan tidak mau berbaur.
Shok diri pada kehidupan sosial dan dunia kerja, merupakan dampak dari seseorang menutup diri. Akhirnya individu tidak lagi memiliki kepercayaan diri, sulit untuk berinteraksi dengan dunia luar. secara umum tujuan konseling ialah bisa digunakan untuk memfasilitasi seseorang jika ingin melakukan perubahan pada perilaku tertentu.
Selain itu, konseling juga bisa digunakan untuk melakukan rekonstruksi pikiran yang bermasalah.
Kehidupan yang terjadi di dalam penjara sangat mempengaruhi fisik maupun psikis setiap orang di dalamnya. Terjadinya penurunan kualitas hidup dalam penjara dapat menekan kondisi psikologis seseorang. Pemenjaraan menyebabkan narapidana anak jauh dari orang tua, teman sebaya, dan lingkungannya. Dampak ini mengakibatkan adanya kondisi sosio-ekonomi, kesempatan belajar, dan interaksi anak dengan orang tua yang kurang sehingga subyek yang dipenjara memiliki orientasi masa depan yang kurang jelas.
Desmita, 2007:199) menyatakan orientasi masa depan berkaitan erat dengan harapan, tujuan, standar, rencana dan strategi pencapaian tujuan di masa yang akan datang.
Perlu perancangan serta perencanaan yang matang dalam mengambil berbagai alternatif karier yang akan ditekuni sehingga nantinya orang tidak akan merasa gagal dalam berkarier dan tidak berdampak kepada kondisi psikis yang menurun dalam karier di masa mendatang. Selain permasalahan karir, klien pemasyarakatan dapat mengalami berbagai permasalahan dalam bidang sosial, pribadi, persiapan akademik dan permasalahan-permasalahan lainnya seperti permasalahan dalam persiapan kehidupan keluarga, persiapan menjadi warga negara dan permasalahan yang lebih komplek lainnya.
Banyaknya masalah yang di alami klien pemasyarakatan dimaksud tidak hanya dialami selama masa tahanan akan tetapi juga terbawa pada masa menuju masa pembebasan atau Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Asimilasi dan bimbingan lanjutan. Banyak hal yang menyebabkan persoalan di atas terjadi, diantaranya: mulai dari kondisi psikis mereka yang berbeda dengan situasi mereka dahulu, yang menimbulkan perasaan-perasaan negatif terhadap diri mereka; kemudian dari segi pendidikan mereka yang terputus, sehingga menyebabkan kurangnya informasi yang mereka dapatkan, Hal tersebut juga menjadi faktor penting bagi rendahnya kemampuan perencanaan karier kedepan bagi klien. Ketidaktahuan klien tidak terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang diperoleh tentang seluk beluk masalahnya tersebut.
Informasi ataupun pengetahuan mengenai karier ini dapat diberikan melalui layanan Bimbingan dan konseling..
Adanya stigma negatif masyarakat terhadap Lapas atau lembaga pemasyarakatan, sangat mempengaruhi kehidupan warga binaan pemasyarakatan pada saat keluar dan dapat memunculkan pikiran atau keyakinan atau kepercayaan negatif pada Warga Binaan Pemasyarakatan oleh masyarakat, karena itu pengobatan (terapi kesehatan mental atau konseling) bagi WBP atau klien menjadi hal yang penting.
Adapun tujuan dari konseling (Winkel 2005:27) adalah :
▪️Upaya melengkapi seseorang dengan pengalaman, pengetahuan dan informasi tentang dirinya sendiri.
▪️Upaya untuk memberikan bantuan kepada seseorang untuk memahami dan mempergunakan segala kesempatan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya
▪️Konseli atau individu dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
▪️Proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri dengan lingkungan, menentukan, memilih dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.
diharapkan dengan konseling yang tepat, klien dapat mengetahui kemampuannya dan dapat mengambil keputusan bagi dirinya untuk kebaikan dirinya.
Penulis: Djoko Priantoro.
(Redaksi)
Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Click to open Menus




No comment for Pentingnya Bimbingan Konseling Bagi Klien Balai Pemasyarakatan