Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Daerah » Diduga Hakim Di Suap, Kuasa Hukum Cien Siong Kecewa Putusan Hakim

Diduga Hakim Di Suap, Kuasa Hukum Cien Siong Kecewa Putusan Hakim

(220 Views) May 14, 2024 2:23 am | Published by | No comment

Sumatra Utara – SuaraJatim.News – Kuasa hukum Longser Sihombing dan Imanuel Sembiring sangat menyesalkan vonis yang di jatuhkan terhadap klaennya Cien Siong (43) di mana hakim tidak melihat secara luas, ketidak objektivitas sampai saat ini keberadaan UD. Bintang Berlian milik terdakwa masih sah, karena ada akte pendirian Notaris Tahun 2019.

Majelis hakim yang di ketua oleh Simon Sitorus menyatakan bahwa UD. BINTANG BERLIAN adalah Divisi PT. KASP padahal mereka berbadan hukum yang berbeda. Dan bukti RUPS dan SK pengangkatan karyawan Cien Siong dalam fakta persidangan. Hakim Simon Sitorus mempertanyakan keabsahannya berserta bukti bukti pendukung yang menyatakan seorang adalah karyawan PT. KASP seperti kontrak kerja, jamsostek, dan lain lain semua ini tidak di buktikan dalam persidangan. Namun dalam pertimbangan hakim hari ini [Senin, 13 Mei 2024]

Semua seolah meniru dari dakwaan dan fakta JPU tanpa mempertimbangkan akte UD. Bintang Berlian ataupun tidak mempertimbangkan keabsahan dari SK pengangkatan dan RUPS tersebut.

Bahwa dalam Persidangan bisa di buktikan bahwa pembeli besi untuk perakitan trailer tersebut adalah terdakwa dan tidak pernah ada aliran dana dari PT. KASP

Semua murni dari pinjaman pribadi rekening Tjipto Amat Dan pertimbangan gaji yang di bacakan oleh hakim, dalam persidangan tidak ada pembuktian bahwa itu gaji dari aliran dana PT. KASP. Namun tidak tau kenapa hakim seolah berbalik dari fakta fakta selama di persidangan.

Kuasa hukum sangat menyesalkan vonis 3 Tahun yang di jatuhkan terhadap klaennya Cien Siong (43) di mana hakim tidak melihat secara luas dan fakta dilapangan.

Dipersidangan tidak dijelaskan bahwa kepemilikan sah UD. Bintang Berlian tidak secara objektif di uraikan, dan malah majelis hakim yang diketuai Simon Sitorus menyatakan bahwa UD. Bintang Berlian itu adalah seolah olah satu badan hukum antara PT. KASP pihak pengadu dengan UD. Bintang Berlian.

“Padahal murni itu miliknya terdakwa (Cien Siong) jadi sangat kami sesalkan itu” jelasnya.

Terdakwa merupakan karyawan dari PT. KASP, majelis hakim sama sekali tidak mempertimbangkan poin-poin pembelaan kami yang menyatakan bahwa terdakwa bukan sama sekali karyawan dari PT. KASP karena terdakwa ini punya usaha sendiri namanya UD. Bintang Berlian.

Kemudian tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim, yang sangat di sayangkan, Kalaupun memang terdakwa ini karyawan PT. KASP, kenapa hak hak ketenaga kerjaan yang lainnya tidak ada seperti BPJS ketenaga kerjaan, itu juga yang tidak dipertimbangkan majelis hakim tadi di persidangan jadi majelis hakim tidak melihat perkara ini secara umum dan luas.

Kami sesalkan bahwa klien kami dituduh mencuri besi dan klaen kami menjual besi kepada seseorang tetapi kenapa orang itu tidak ikut dilibatkan, ujar kuasa hukum Cien Siong.

Kronologis awal perkara :

Pengaduan tanggal 7 Agustus 2023 di Polres Belawan, dari mana kita tau dari undangan untuk klarifikasi, tanggal 7 Agustus 2023 juga terbit surat Perintah penyidikan tanpa ada disposisi Kapolres itu pelanggaran kepada perkap no. 6 Tahun 2019.

Kemudian tanggal 18 Agustus 2023 sudah penyelidikan, dari tanggal 7 Agustus ke tanggal 18 Agustus 2023, sudah penyidikan. Ini ada apa ini, mungkin penyidikan tercepat, tampak kita lihat berkasnya dari pemkos delipi penyidikan, kemudian karena ditahan ditangkap tanggal 31 Agustus 2023 kita Praperadilkan tanggal 14 September 2023.

512a7398-4294-4fbe-8fe9-df86b7168557

Tanggal 16 Oktober 2023 Pengadilan Negeri Lubuk Pakam prapid yang ditangani oleh Hakim tunggal, Hendrawan Nainggolan dengan putusan prapid bahwa penetapan tersangka seluruh penetapan yang berkaitan dengan tersangka yaitu SPDP kemudian SP sidik dan surat keputusan setelah penetapan dianggap tidak sah, ternyata tanggal 19 Oktober 2023 dua hari setelah bebas dari prapid. Awalnya penyidik Polres Belawan memanggil terdakwa ini dengan penambahan 2 pasal dari 374, 378 ditambahkan 2 pasal yaitu 372 dan 64 KUHPidana ini menunjukkan dari awal tidak ada konseling, atau naiknya status dari penyelidikan ke penyidikan mungkin diduga tidak memenuhi persyaratan.

Tanggal 17 Februari 2024 terdakwa ditangkap di Medan kita lihat dari hasil penangkapan ditetapkan penetapan tersangka pada tanggal 16 Februari 2024, didalam penangkapan itu merujuk ke SP sidik yang lama dan SP sidik baru yang sudah dinyatakan tidak sah.

“Dinyatakan oleh hakim prapid, dan itu sangat melukai hukum itu sendiri, masih digunakan surat Perintah penyidikan soal SPDP yang sudah di nyatakan prapid itu nampak di berkas perkara, tanggal 18 Februari 2024 di Tahan tanggal 22 Februari langsung P21, P22 Kejaksaan Negeri di Labuhan Deli apakah seluruh perkara yang di layani seperti ini” tegas Longser Sihombing.

(Tim)


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Categorised in: ,

No comment for Diduga Hakim Di Suap, Kuasa Hukum Cien Siong Kecewa Putusan Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Notice: Undefined variable: options in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17