Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sosial » “Mencoba Menjadi Dewasa”(Kisah Si Anak Bungsu) Bukan Sekedar Bertahan Tapi Bertumbuh Berwiraswasta Kuliner Gorengan.

“Mencoba Menjadi Dewasa”(Kisah Si Anak Bungsu) Bukan Sekedar Bertahan Tapi Bertumbuh Berwiraswasta Kuliner Gorengan.

(130 Views) March 2, 2026 7:28 am | Published by | No comment

Gresik – SuaraJatim.News – Sibungsu Lahir di Jakarta Selatan tanggal 11 Maret 1993. Berstatus sebagai anak bungsu seringkali identik dengan citra manja dan di manja. Tidak sedikit yang beranggapan menjadi anak bungsu adalah keberuntungan, seperti di sayang kakak-kakaknya, selalu menjadi yang utama bahkan tidak perlu memikirkan beban berat di sebuah keluarga, akan tetapi tidak dengan sibungsi yang terlahir sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara.

“Masa Kecil Si Bungsu”, lahir dan tumbuh di keluarga sederhana yang mungkin bisa dibilang keluarga yang serba kekurangan, saya di lahirkan kembar dan sekaligus sebagai anak bungsu atau biasa di sebut anak bontot atau terakhir. Dititik terendah yang saya rasakan saat beranjak dewasa menduduki bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama), dengan kondisi yang tidak semua hal dapatkan seperti pada umumnya, saya harus menerima keputusan kedua orang tua yang memutuskan untuk bercerai.

Jadilah saya keluarga broken home.
Adalah istilah untuk keluarga yang tidak harmonis, berantakan, atau tidak utuh akibat konflik berkepanjangan yaitu perceraian orang tua.

Memasuki Tahun 2008 dari Tahun ke Tahun saya lalui, hingga saya lulus SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Saya memutuskan untuk bekerja serabutan di salah satu pengepul barang bekas yang bertempat di Wilayah Ledok Kota Bojonegoro.

Dengan upah yang minim sebesar Rp.10rb per hari, ini saya menjalani dengan penuh semangat dan harapan untuk menjalani kehidupan yang hanya cukup untuk makan dan agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Kemudian di penghujung Tahun 2009 saya memutuskan untuk pergi ke Kota asal Ayah, yang berada di Kota sragen Jawa Tengah.

Disana saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Dengan bermodalkan tekad serta keinginan yang kuat saya mendapatkan beasiswa selama 3 Tahun di salah satu sekolah Negeri di Kota Sragen Jawa Tengah.

*”Perjuangan Si Bungsu di Tanah Rantau”*
di awal Tahun 2012.

Setelah lulus sekolah kondisi serta keadaan memaksa saya harus berjuang kembali, jauh dari orang tua dan saudara.

Saya berangkat mengadu nasib merantau ke Kota besar yakni ke Kota Banten Tangerang Selatan.

Dengan berbekal kemauan yang menggebu saya berjualan gorengan yang hingga akhirnya ramai dan pendapatan yang lumayan menjanjikan.

Hingga akhirnya awal kehancuran usaha di mulai dari kisah pahit dan tragis yang saya alami.

Bermula dari seorang akamsi (Anak Kampung Sini), yang membuat onar sehingga saya terbawa suasana hingga melayangkan pukulan ke arah akamsi tersebut.

Tidak berhenti disiitu, masalah yang semakin rumit dengan banyaknya akamsi setempat yang ikut berbondong-bondong memukuli saya yang notabennya pendatang.

Bersambung..

(Moch.Husen)


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/addthis.php on line 4
Categorised in:

No comment for “Mencoba Menjadi Dewasa”(Kisah Si Anak Bungsu) Bukan Sekedar Bertahan Tapi Bertumbuh Berwiraswasta Kuliner Gorengan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Notice: Undefined variable: options in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/u3281444/public_html/suarajatim.news/wp-content/themes/magazimple1.0dev/footer.php on line 17